WARGA BATAS DIAJAK MAJUDENGAN MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI

802

Metro Padang.com –Pos Lakmaras adalah merupakan salah satu pos di jajaran Satgas Pamtas Yonif R 408/Sbh yang melaksanakan tugas pokoknya menjaga kedaulatan negara di wilayah Desa Lakmaras yang berbatasan langsung dengan wilayah RDTL, khususnya Desa Lebos (Kab.Bobonaro), Desa Lela dan Fatululik (Kab.Covalima). Selain menjaga kedaulatan Negara, Pos Lakmaras juga mengemban tugas tambahan membantu pemerintah daerah untuk menjaga kondusifitas keamanan wilayah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar pos.

Desa Lakmaras merupakan salah satu desa perbatasan RI RDTL terpencil di wilayah Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu. Berada di atas ketinggian + 1000 mdpl dengan kondisi jalan yang masih berupa jalan tanah diperkeras, menjadikan desa tersebut menjadi salah satu desa pelosok di wilayah Kabupaten Belu. Mata pencaharian masyarakat Desa Lakmaras pada umumnya bercocok tanam di ladang dan memiliki hewan ternak sebagai ukuran tingkat perekonomian mereka. Salah satu hewan ternak yang mereka pelihara adalah sapi secara lepas (tanpa memiliki kandang). Banyaknya warga yang memiliki hewan ternak sapi lepas, menjadikan wilayah sekitarnya disuguhkan pemandangan yang kurang sedap dengan hadirnya kotoran sapi.

Hal inilah yang menjadi perhatian personel Pos Lakmaras selama ini bagaimana mencari solusi untuk mengajak masyarakat mengatasi pemandangan yang kurang sedap tersebut dengan memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga sekitar perbatasan. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh personel pos, limbah kotoran sapi dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif biogas menggantikan kompor kayu bakar atau minyak dan dapat menjadi pupuk organik. Melalui sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi yang dilaksanakan di Pos Lakmaras pada hari Minggu 14 Juli 2019, Danpos Lakmaras, Lettu Inf Doni Hidayat menggugah masyarakat sekitar pos agar mau diajak maju dengan melaksanakan pembersihan limbah kotoran sapi yang ada dengan memanfaatkannya menjadi energi alternatif biogas dan pupuk organik atau pupuk kandang/kompos.

Warga yang hadir pada sosialisasi tersebut disuguhkan tutorial bagaimana memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi sesuatu yang berhasil guna dan bernilai ekonomis. Warga sangat antusias dengan tutorial tersebut, karena hal tersebut merupakan ilmu baru bagi mereka yang selama ini tidak tahu bahwa di sekitar mereka sangat melimpah sumber daya alam yang belum dimanfaatkan. Hal tersebut terungkap melalui salah satu warga yang hadir di acara tersebut. Frans Dedi Mau, 34 tahun warga Dsn.Mebupor, yang memiliki hewan ternak sapi dan babi, mengaku sangat tertarik dengan tehnik pemanfaatan limbah kotoran sapi yang disuguhkan oleh Pos Lakmaras. Dia bertekad untuk menerapkan ilmu baru yang dia dapatkan tersebut untuk menggantikan alat masak dapurnya (menggunakan kayu bakar) dengan kompor gas yang bersumber dari energi biogas kotoran sapi. Dia berharap, personel pos dapat bekerja sama untuk membantu membuat bahan-bahan yang diperlukan.

Hal senada juga disampaikan oleh Bp. Robinson, 39 tahun warga Dsn.Lakstas, pemilik kebun ladang seluas 3,5 ha. Selama ini dia mengaku kesulitan dalam bercocok tanam tradisional di ladangnya. Kondisi tanah yang mengandung kapur dan berbatu mengakibatkan tanaman kopi yang ditanamnya mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan hasil buahnya tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Dia sangat berterima kasih terhadap pos yang telah memberikan pencerahan terhadap warga dan berharap dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi yang ada di sekitar wilayah desa dapat membantunya dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopinya.

LEAVE A REPLY