Walikota Payakumbuh : Kita Akan Evaluasi Penyelengaaraan Pacu Kuda

834

Metro Padang.com – Payakumbuh, — Iven pacu kuda tradisional Payakumbuh yang dilangsungkan tanggal 24 – 25 Februari 2019 berlangsung sukses dan dipadati ribuan penggemar pacu kuda. Namun di hari kedua pelaksanaan pacu tersebut, tepatnya di Race VIII terjadi sebuah insiden yang tidak diinginkan. Walau secara pribadi Walikota Riza Falepi tidak sempat hadir di alek nagari tersebut , namun dirinya selalu mengontrol melalui media komunikasi. Berikut ungkapan yang ditulis Walikota Payakumbuh di akun media sosial pribadinya.

Alek Pacu Kudo tanggal 24-25 Februari kemarin di Payakumbuh menyisakan masalah bagi kami. Walaupun panitia pacuan tidak melaporkan pada kami, tapi dari Medsos saya mendapat informasi setelah beberapa hari selesai pacuan bahwa salah seorang anak kita tertabrak kuda dan masih dalam keadaan koma.

Saya sangat sedih mendengar keadaan ini, sudah berulang kali kami sampaikan ke panitia, hati-hati. Safety First. Sebab, setiap kali pacuan berlangsung, sangat berbahaya bagi penonton yang mendekat atau masuk lintasan.

Saya tidak tahu, kenapa perkara yang sering saya ingatkan kembali terjadi. Apakah hal ini tidak menjadi concern oleh panitia, atau memang ada sebagian kecil penonton yang tak patuh dengan imbauan.

Jujur waktu pacuan berlangsung saya tidak berada di Payakumbuh. Saya lagi melihat anak saya, Aisyah yang lagi sakit kuning (Hepatitis A) dan dirawat di Bandung. Selama ini Aisyah bersekolah di Asyahid Boarding School di Cibubur.

Berhubung umurnya masih 13 tahun, saya berpikir dia masih perlu perhatian karena dia sakit dan saya kunjungi. Selama dirawat ditemani ibunya di rumah kami di Bandung.

Setelah pulang dari melihat Aisyah, kemarin, kami langsung melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh baru, yang terpilih setelah melewati tes. Aktivitas kantor berjalan terus dan sehari setelah itu kami ke jakarta lagi diundang sebagai pembicara di Kemenkes terkait kota sehat dan setelah itu ke Batam dalam rangka Rakor kewaspadaan Pemilu.

Saat di perjalanan saya buka aplikasi Whatsapp (WA) dan ada berita tentang kecelakaan Ananda Muhammad Billah. Saya terkejut karena dua hal. Pertama, kami tidak tahu lebih awal dan tidak dilaporkan oleh panitia pelaksana. Kedua, hal yang selalu saya kuatirkan terkait keamanan penonton akhirnya terjadi.

Kami sangat sedih dan prihatin. Semoga ini menjadi perhatian kita semua. Kami akan evaluasi apakah pelaksanaan pacuan kuda diteruskan atau dihentikan berhubung dengan standar keamanan yang lemah. Semoga menjadi perhatian kita semua. Kepada keluarga korban mari kita bantu bersama-sama untuk meringankan beban berobat dan kita doakan kesembuhannya.

Saya juga baca disalah satu media online pernyataan salah seorang panitia bahwa biaya pengobatan akan ditanggung panitia. Saya apresiasi, sebagai bentuk tanggung jawab. Semoga Ananda Muhammad Billah segera pulih seperti sedia kala. Aamiin. (relis Walikota Payakumbuh, Riza Falepi)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY