Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumbar Butuh Dokter Spesialis ke Kawasan 3T

3319

Metro Padang.com – Dinas Kesehatan Sumatera Barat membutuhkan keberadaan dokter spesialis untuk melayani masyarakat di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, di Mentawai, yang termasuk kawasan 3T, tidak bisa hanya memiliki satu atau dua orang dokter spesialis. Perlu adanya penambahan dokter. Tujuannya, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, yang membutuhkan pengobatan.

“Pelayanan kesehatan di daerah tertinggal seperti Mentawai itu, sangat butuh dokter spesialis. Apalagi keberadaan dokter spesialis yang ada di sana tidak semuanya dapat menjangkau masyarakat yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang merupakan daerah pulau-pulau. Sementara akses untuk menjangkau pulau, juga belum memadai,” katanya,belum lama ini

Untuk itu, Dinkes Sumatera Barat hadir mengagendakan upaya pelayanan kesehatan secara massal, dengan menghadirkan dokter spesialis berbagai bidang ke kawasan tersebut.

“Di sana masyarakatnya pada umum bekerja sebagai nelayan. Tapi ada juga beberapa sebagai petani sagu dan padi. Nah, kondisi seperti ini, selaku pemerintah, memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi seputar kesehatan. dokter spesialis adalah solusinya, untuk hal tersebut,” tandasnya.

Di 27 hingga 29 Maret 2019 lalu, Dinas Kesehatan Sumatera Barat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada ratusan masyarakat di wilayah Sioban, Mentawai. Kegiatannya bagian dari program bakti sosial, kerjasama dinas kesehatan dengan TMMD. “Di bakti sosial itu, masyarakat sangat antusias. Selama ini masyarakat jika ingin membutuhkan pelayanan kesehatan mesti berjalan jauh dari rumahnya. Ini merupakan solusi untuk kebutuhan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Dokter spesialis yang didatangkan ke Mentawai, memiliki keahlian diberbagai bidang, seperti bedah, penyakit dalam, dan anak. “Dengan keahliannya, dokter spesialis langsung menanggani masyarakat. Bahkan, dokter bedah ada yang langsung melakukan operasi,” ungkapnya.

Penyakit terbanyak yang ditemukan di Mentawai masih terkait penyakit infeksi, kekurangan gizi dan kesehatan ibu khususnya ibu hamil serta juga kesehatan anak. Selain pelayanan medis, pengadaan obat juga butuh percepatan. “Kami terus support percepatan obat kebutuhan obat di setiap daerah, termasuk di Mentawai,” ungkap Merry. (MP/ Hms- Sumbar)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY