Metro Padang.com-Keunggulan NTT selama ini berada di tenun ikat daerah yang bermotif. Selama ini, Biasanya tenunan ikat NTT, diproduksi di pengarajin berbasis home industry yang dikerjakan oleh ibu rumah tangga, dimana suatu ketika bisa saja ketrampilan tersebut hilang dan tidak diwariskan kepada generasi muda.

“Prajurit Satgas pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH belajar Menenun Agar pelestarian budaya bangsa khususnya tenun ikat dan pembuatan alat tenun, lewat berbagai ketrampilan, kami dapat melestarikan budaya asli daerah NTT khususnya di bidang tenun ikat,”

Dengar Sadarnya generasi Muda untuk melanjutkan Adat di Daerahnya,dengan mempelajari tenun kita tidak perlu Hawatir Akan kehilangan Adat Tenun di wilayah ,Kampunp.Turiscain.Kab.Belu

Prajurit Satgas pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH Praka Fatur menyampaikan Tenun Adalah merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang.Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya”

Dankipur ll Lettu Inf Satria Kadirmuda menyampaikan dengan seiring perkembangan zaman, sepertinya budaya menenun sendiri sudah mulai berkurang khususnya remaja dan genarasi muda yang mampu menenun tidak sebanyak dahulu. Saat ini lebih banyak mama-mama tua yang melakukan pekerjaan menenun.

Hal ini tentu menjadi salah satu tantangan bagi keberlangsungan produk kain tenun ikat. Terlebih lagi, perkembangan zaman yang lebih modern, mendorong manusia untuk menikmati karya dan produk instan, dengan cara yang instan juga. Bahkan menenun pun saat ini bisa dengan mesin, yang membuat orang tidak tertarik untuk belajar menenun, apalagi kaum muda yang telah dimanjakan dengan yang instan.

Hal ini yang membuat prajurit satgas pamtas untuk menyosialisakan perlunya membuat gerakan dan pemberdayaan terhadap kelompok usia muda untuk terjun dan terlibat dalam produksi dan reproduksi karya
pusaka sehingga kain batik bisa lebih populer dan terkenal lagi.

Ibu Martius(60 Th) selaku penenun kampung turiscain sangat berterimakasih kepada bapak bapak TNI yang secara tulus ikhlas membantu menenun sehingga tenunan kami menghasilkan beberapa meter kain tenun dan semuga bapak TNI juga bisa mengajak generasi muda untuk belajar menenun.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY