TMMD Untuk Rakyat Karena TNI Lahir Dari Rakyat

871

Metro Padang.com – Rembang – Prajurit TNI dan warga di Dukuh Ngotoko selalu bekerja bersama, bahkan makan bersama dan bercanda layaknya sebuah keluarga sebagai cermin kemanunggalan TNI dengan rakyat di lokasi TMMD ke-103, di Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang, kamis (25/10/2018).

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Rembang bukan saja tentang kontribusi TNI dan warga di dalam membangun infrastruktur untuk kemajuan desa. Namun dibalik itu, ada nilai kebersamaan antara TNI dan warga, ada jalinan silaturahmi yang memperkuat keberadaan TNI tak bisa dipisahkan dengan rakyat.

Selama TMMD berlangsung, Anggota Satuan Tugas TMMD wajib menginap di rumah-rumah penduduk desa. Dari situ, TNI dan rakyat semakin erat hubungan emosionalnya. Prajurit TNI bukan saja pula menginap, namun mereka juga sering memasak dan makan bersama-sama di masing-masing rumah warga ataupun dilokasi pekerjaan TMMD.

Dandim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S.Sos. mengungkapkan, TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. Keberadaan TNI dari awal kelahiran selalu bersama rakyat. “Sejarah mencatat, Panglima Besar Jenderal Sudirman perang gerilya melawan musuh NKRI dilakukan bersama-sama dengan rakyat. Itulah cikal bakal, TNI lahir dan tidak bisa dipisahkan dengan rakyat,”ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, TMMD juga bagian dari implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena itu TNI harus turun ke desa-desa dan untuk ikut serta memajukan Indonesia dari wilayah pedesaan. “Seluruh personel yang terlibat dalam TMMD tidur di rumah-rumah penduduk, termasuk logistik yang memasak dilakukan oleh masyarakat,”ungkapnya. (0720)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY