Tingkatkan Kinerja Aparatur, Komisi I DPRD Kebupaten Bengkulu Tengah Studi Banding Ke Pessel

385
Metro Padang – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Inspektorat daerah Kabupaten Bengkulu Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kamis (29/7).

Kunjungan kerja yang bertujuan untuk belajar bagaimana cara meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam masa pandemi Covid-19 itu, disambut oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum sekretariat DPRD Pessel, Pris Derika Habdi, bersama Ardiyanto, salah seorang pejabat Inspektorat daerah Pessel.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Pessel, Pris Derika Habdi, mengatakan bahwa sebagai daerah pemekaran yang baru berdiri selama 13 tahun, Kabupaten Bengkulu Tengah menjadikan Pessel sebagai tempat untuk belajar dalam meningkatkan kinerja aparaturnya.

“Ini merupakan sebuah penghormatan bagi Pessel, sebab berbagai upaya yang dilakukan selama ini dalam meningkatkan kinerja dan kedisiplinan aparatur, mendapat penghargaan dari Kabupaten Bengkulu Tengah. Ini dibuktikan melalui kunjungan Komisi I DPRD bersama Inspektorat hari ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi, Arsyad Hamzah itu, juga diikuti oleh wakil ketua Komisi I, Hesti Sari Nada, Sekretaris, Rahaya, beserta empat anggota lainnya, Fajar Eka putra, Elvita, Zenrodi, Elmiza, serta tim Inspektorat Lili Priyanti.

Ardiyanto, selaku perwakilan dari Inspektorat Pessel dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa pendemo Covid-19 yang belum mereda sebagaimana saat ini memang menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi daerah itu dalam menegakkan kedisiplinan bagi aparatur.

“Pandemi Covid-19 yang belum mereda sebagaimana saat ini memang menjadi sebuah tantangan bagi kita. Karena kita memang diatur oleh protokol Covid-19. Agar kedisiplinan tetap tegak, maka langkah yang kami lakukan adalah meminta data secara berkala kepada semua perangkat daerah, disamping juga tetap mengontrol SOP protokol kesehatan di semua perangkat daerah seperti penggunaan hand sanitizer, masker dan lain sebagainya,” kata Ardiyanto.

Dia juga memaparkan bahwa Pessel juga mengalami hal yang dengan Kabupaten Bengkulu Tengah dalam hal refocusing anggaran.

“Dalam melakukan refocusing anggaran ini, pola yang kami lakukan adalah mereview dengan cara selalu mengirimkan laporan ke BPK dan KPK secara online,” jelasnya.

Sedangkan dalam rangka peningkatan kinerja, menurut Ardiyanto, Inspektorat Pesisir Selatan melakukan pengawasan, dan kemudian hasilnya dikirimkan ke pusat per triwulan, terutama sekali terhadap yang perlu dilaporkan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Arsyad Hamzah, dalam kesempatan itu menjelaskan tujuan kedatangannya bersama rombongan memang ingin belajar ke Pemkab Pessel.

“Sebagai kabupaten yang baru berdiri selama 13 tahun, kami merasa perlu banyak belajar dari senior, agar kami dapat mengejar ketertinggalan,” ucapnya.

Dia menjelaskan bahwa secara spesifik, DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah ingin mempelajari bagaimana cara Inspektorat Kabupaten  Pesisir Selatan bekerja di masa pandemik, mengingat pengawasan terhadap seluruh ASN harus tetap berjalan.

“Melalui kunjungan ini kita juga mau belajar terkait sinergi DPRD dengan mitra kerjanya seperti Inspektorat. Sebab Inspektorat bukanlah musuh, tetapi pengawas anggaran dan administratif berdasarkan tuntutan tugas,” ungkapnya.

Lili Priyanti, selaku Inspektur di Inspektorat Kabupaten Bengkulu tengah dalam kesempatan itu juga menanyakan seputar review anggaran yang mengalami refocusing akibat pandemi Covid-19.

Disampaikannya bahwa perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja dengan menggunakan dana APBD terkadang mengalami kendala.

“Temuan-temuan itu biasanya lebih kepada ketidaktahuan dari pada kecurangan. Agar tidak sampai terjadi, maka pengendalian internal dari awal pembahasan perlu dilakukan,” timpalnya. (mp)

ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY