Taman Nasional di Siberut Pantas jadi Objek Wisata Dunia

2071

Metro Padang.com  – Sumatera Barat kaya akan objek wisata  diantaranya Taman Nasional di Siberut pantas menjadi objek wisata dunia, dengan adanya beberapa spesies hewan langka bahkan tidak ada di negara manapun. Hewan endemik yang eksotik di bumi Sikerei ini sayang kalau penataannya kurang jelas.

“Kawasan tersebut harus menjadi taman nasional kelas dunia bagi wisatawan yang berkunjung ke Mentawai,” ungkapkan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabelekake dalam acara Strategic Action Plan 2019 – 2021 Rencana Pengembangan Ekowisata di Kawasan Desa Penyangga Taman Nasional Siberut, yang berlangsung di aula Bappeda Km 04, Kamis (19/09/2019).

Lebih jauh di katakan, Mentawai harus jeli mengambil kesempatan ini, dengan adanya dukungan dari Universitas Trisakti, Taman Nasional Siberut harus segera dilakukan pengembangan lebih serius agar bisa menjadi objek wisata yang mengagumkan, sehingganya kunjungan wisatawan lebih meningkat.

Selama ini kawasan tersebut belum di kelola dengan baik, terkait peraturannya belum jelas, retribusi pun tidak ada bilah ada yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional, wisatawan hanya masuk pulang pergi tanpa di pungut biaya apapun, tutur Kortanius.

“Kedepan ini harus dibenahi, jadi kita berharap Dinas terkait membuat aturan kawasan tersebut biar kita bisa menertibkannya agar jelas,” ujarnya kepada Minangkabaunews.com.

Wabup juga mengatakan, Pariwisata harus berdampak kepada masyarakat, jangan hanya pihak-pihak tertentu saja yang mendapatkan manfaat keuntungan.

“Kita punya banyak objek wisata mari kita jaga khususnya budaya budaya yang menjadi daya tarik wisata,” ucapnya.

Tugas Dinas Pariwisata harus jelas, dan bertujuan meningkatkan pariwisata yang berkelas, mari manfaatkan peluang yang sangat banyak ini, kata Korta.

“Objek wisata di Mentawai berkelas dunia, wisata bahari, Surfing, bahkan kawasan Taman Nasional yang ada dengan flora dan faunanya yang membuat takjub wisatawan mancanegara, namun hingga saat ini belum terkelola dengan baik,” sebut Korta dalam forum Strategic Action Plan.

Dia berharap dengan adanya rencana pengembangan kawasan tersebut, mendapatkan dampak kepada masyarakat sekitar dan Kabupaten Kepulauan Mentawai itu sendiri.

Disampaikan, Flora dan Fauna yang menarik di Mentawai salah satunya tumbuhan bunga jenis Anggrek, dan hewan endemik yaitu Bilou, Joja dan Simakobu.

“Jenis hewan yang satu ini tidak ada di tempat lain, kalau tidak di upayakan dengan baik, kawasan Taman Nasional tidak akan berdampak kepada masyarakat itu sendiri,” katanya. (02)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY