Studi Banding Dekopinda Kota Padang ke- Koperasi Pasar Srinadi Klungkung Bali

    1318

    Metro Padang.com – Studi banding Dekopinda Kota Padang melanjutkan kegiatan kunjungannya ke salah satu koperasi beromset miliaran rupiah, Sabtu (15/12). Salah satu yang dikunjungi itu adalah Koperasi Pasar Srinadi Klungkung, di Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali.

    Pertemuan dan diskusi Pengurus Dekopinda Kota Padang dengan pengurus Koperasi Pasar Srinadi Klungkung dilaksanakan di salah satu unit usaha. Yakni unit wisata Torta (water boom) terletak di Banjar Minggir, Desa Gelgel. Unit wisata yang memiliki lahan lebih setengah hektare ini melayani kebutuhan anggota maupun nonanggota dalam penyediaan sarana olah raga dan taman rekreasi keluarga yang murah dan meriah.

    Ketua Srinadi Klungkung, Ngakan Made Nata menyambut pengurus Dekopinda Kota Padang yang diketuai Wahyu Iramana Putra. Anggota Dekopinda Kota Padang yang hadir, Chandra. Risman, Novalinda, Nuraida, Ery Iswandi, Lincoln Tisna dan Resti. Juga hadir, Kepala Dinas Koperasi Kota Padang, Yunisman dan Asisten II, Hermen Peri dan anggota DPRD Padang, Zumasdi, Dasman, Zulhardi Z Latif dan Boy.

    Dalam paparannya, Wahyu mengatakan, kedatangan mereka ke Klungkung, ingin melihat beberapa unit usaha Srinadi yang kabarnya sangat maju dan sudah memiliki sejumlah unit-unit dengan dengan pendapatan yang cukup. “Kami berharap dengan kunjungan ini, Dekopinda Kota Padang bisa menyerap dan membawa ilmu dari Klungkung, bagaimana membesarkan sebuah koperasi untuk diterapkan di sejumlah koperasi yang ada di Kota Padang,” ungkap Wahyu.

    Sementara itu, Ngakan Made Nata mengatakan, Koperasi Srinadi berdiri pada 14 Desember 1985. Besarnya Koperasi Srinadi saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan kerja keras dari seluruh pengurus. Meski pernah jatuh bangun, namun pengurus tetap optimis untuk membesarkannya.

    Selain itu ungkapnya, Bupati Klungkung sangat mendukung setiap kegiatan koperasi di daerahnya. Koperasi Srinadi memiliki sembilan unit usaha dan tersebar diberbagai kecamatan. Koperasi ini juga mempunyai pangsa pasar yang jelas, bahkan mereka menguasai sejumlah pasar dengan jumlah anggota pedagang ribuan orang.

    Koperasi ini sebutnya, memiliki anggota hingga 12.214 orang dengan jumlah modal Rp16,7 miliar. Asetnya sudah mencapai Rp250 miliar dan jumlah SHU Rp2,9 miliar. Sejak mulai berdiri, Koperasi Srinadi telah membukukan prestasi sebanyak 31 penghargaan. Koperasi ini pun sering menjadi percontohan baik di Kabupaten Klungkung hingga di luar daerah.

    Dengan jumlah anggota yang mencapai 12.214 orang ini, Koperasi Srinadi memiliki pasar yang cukup luas untuk mengembangkan unit usaha yang dimiliki. Sampai saat ini, Koperasi Srinadi mengelola sembilan unit usaha. Diantaranya simpan pinjam, grosir, swalayan mini, percetakan, swalayan bangunan, swalayan inti, wisata tirta, usaha bengkel dan radio.

    Pada awal berdirinya katanya, Koperasi Srinadi hanya mengelola unit simpan pinjam saja. Namun seiring dengan perkembangan dan kebutuhan anggota, maka dikembangkanlah unit usaha baru yang tidak jauh dengan usaha anggota yang notabene sebagai pedagang.

    “Diantara semua unit usaha yang dimiliki unit simpan pinjam merupakan usaha pokok, yang paling besar memberikan kontribusi baik didalam pemberian pelayanan maupun dalam perolehan SHU setiap tahunnya,” ungkap Ngakan didampingi Sekretarisnya, I Komang Sudarma.

    Besar dan majunya koperasi itu, lanjutnya, intinya berada pada kekuatan anggota. Karena itu, jangan pernah membatasi jumlah angota koperasi. Semakin banyak anggota maka koperasi akan semakin banyak.

    Selain itu, setiap tahunnya, koperasi juga memiliki program pendidikan dan program sosial. Seperti memberikan beasiswa, bantuan ke panti asuhan, tempat ibadah dan lainnya. “Dengan memperbanyak kegiatan sosial maka, Koperasi Srinadi semakin dikenal masyarakat,” terangnya.

    Sejak ditinggalkan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, sebagai ketua pertama, Koperasi Srinadi Klungkung masih bersinar. Bahkan setelah di ketua Ngakan Made Nata, koperasi ini mendapatkan penghargaan empat prestasi berturut-turut. Yakni, koperasi berprestasi tingkat kabupaten, provinsi, bahkan tingkat nasional.

    Ngakan Nata mengatakan, prestasi yang mereka raih tentunya merupakan hasil dari kerja sama seluruh perangkat Koperasi Srinadi Asisten II, Hermen Peri mengatakan, tidak salah ketua Dekopinda Kota Padang memilih Koperasi Srinadi sebagai lokasi kunjungan dan tempat belajar.

    “Kunjungan ke Koperasi Srinadi ini menurut saya sangat cocok sekali , banyak pelajaran yang didapat bagaimana cara membesarkan koperasi,” ungkap Hermen Peri.

    Begitu juga dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Yunisman. Menurutnya, keselarasan antara pengurus dan anggota Koperasi Srinadi sangat terlihat. Pengurus betul-betul mengurus dan bertanggung jawab.

    “Banyak pengurus koperasi kita selama ini lihat hanya sekedar menumpang nama saja. Jangankan untuk mengurus, datang saja tidak pernah. Tapi di Koperasi Srinadi ini, hal itu tidak terlihat. Pengurusnya tidak hanya nama yang terpajang, akan tetapi benar-benar mengurus dan bukan usaha sampingan,” terangnya.

    Dia juga melihat sembilan unit usaha milik Kopas Srinadi sangat luar biasa. “Kalau di Kota Padang, Koperasi Srinadi tandingannya Koperasi Semen Padang yang juga punya banyak unit usaha. Banyak yang pantut dicontoh di sini baik dari dari segi program kegiatan yang dijalankan maupun cara mengurusnya. Pengurus, pengawas, manager dan anggota mereka bekerja maksimal sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tata kelola inilah yang menjadi oleh-oleh yang akan kami bahwa ke Padang,” jelasnya.

    Usai berdiskusi, diakhir acara, peserta studi banding dibawa melihat lihat sejumlah unit usaha milik Koperasi Srinadi. Seperti melihat lihat lokasi water boom yang merupakan aset dari unit wisata Torta. Kemudian mengunjungi unit usaha simpan pinjam yang pelayanan sudah mirip dengan pelayanan perbankan. (tisna)

    BAGIKAN

    LEAVE A REPLY