SATGAS PAMTAS RI-RDTL YONIF R 408/SBH BANTU WARGA PERBATASAN CARA BUKA KEMIRI

842

Metro Padang.com -Dalam rangka lebih mendekatkan diri dengan masyarakat serta membantu  meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas RI РRDTL Yonif R 408/Sbh melakukan berbagai cara untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Pos Lakmaras. Sebagai bagian dari Satgas Pamtas, Pos Lakmaras menerapkan berbagai kegiatan untuk menarik hati masyarakat. Kali ini mereka melakukan kegiatan sosialisasi cara pengolahan biji kemiri.

Desa Lakmaras merupakan salah satu desa terpencil di wilayah atas pegunungan yang berbatasan langsung dengan wilayah negara tetangga RDTL. Kehidupan perekonomian di daerah tersebut bisa dikatakan agak tertinggal dikarenakan kondisi akses jalan menuju wilayah tersebut yang belum tersentuh modernisasi. Banyak potensi alam yang belum dapat tereksplor secara maksimal. Salah satunya adalah hasil bumi berupa buah kemiri. Di wilayah desa Lakmaras banyak pohon kemiri yang baru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan menjualnya ke pasaran lokal di Atambua melalui tengkulak yang berupa buah kemiri belum terkupas. Warga setempat, yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, terpaksa menjual buah kemirinya kepada tengkulak dengan buah yang belum terkupas. Padahal di pasaran Kota Atambua, buah kemiri kupasan harganya bisa mencapai 4 kali lipat lebih. Hal inilah yang menjadi perhatian Danpos Lakmaras, Lettu Inf Doni Hidayat, untuk mencari peluang membantu warga sekitar agar ekonominya dapat lebih meningkat.

Anggota Pos Lakmaras diarahkan untuk membantu warga dalam proses pengupasan buah kemiri. Seperti yang terlihat di gambar, 2 orang anggota pos sedang berbaur dengan warga Pratu Ardi dan Prada Dodik sambil melaksanakan anjangsana sekaligus juga menularkan informasi tentang cara mengupas buah kemiri. Mereka menggunakan tulang daun pinang yang digunakan untuk menjepit buah kemiri yang kemudian dipukulkan ke batu sehingga buah kemiri terbelah dan terpisah dari cangkang kulitnya. Cara ini digunakan dengan bahan yang mudah didapat di wilayah setempat dan hasilnya akan membuat buah kemiri utuh atau tidak hancur.

Mama Sonia yang saat itu sedang dikunjungi oleh kedua anggota pos Lakmaras tersebut terlihat antusias untuk mencobanya dan sangat gembira dengan pelatihan yang diajarkan anggota pos. Dia sangat berharap dengan apa yang diajarkan dapat meningkatkan hasil pengumpulan buah kemiri yang dicarinya selama 3 hari dan bisa memperoleh keuntungan rupiah yang lebih.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY