Recovery Destinasi Wisata Upaya Membangkitkan Sektor Pariwisata Di Pesisir Selatan

572
Metro Padang – Ditengah bencana pandemi akibat Corona Virus Disease 19 (Covid-19), sektor pariwisata mengalami keterpurukan, termasuk di Pesisir Selatan (Pessel) sehingga mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal itu tentunya tak bisa dibiarkan berlama-lama dan berkepanjangan.
Sudah semestinya, sektor pariwisata harus mulai dibangkitkan agar tidak terpuruk terlalu dalam. Hal itulah yang dilakukan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pesisir Selatan.
Kadisparpora Pesisir Selatan, Hadi Susilo, S.STP, M.Si mengatakan, meski Pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir, namun semangat untuk tetap membangkitkan dunia pariwisata tidak boleh kendor.
“Kita tahu, pandemi ini membuat sektor pariwista stagnan atau sedang tidur karena memang kunjungan wisatawan turun drastis. Kita sebagai pengelola, termasuk pemerintah, tidak boleh membiarkan destinasi ini tidur,” ujarnya kepada pesisirselatankab.go.id kemarin, Sabtu (7/8/2021).
Menurut Hadi Susilo, banyak cara yang dapat dilakukan untuk terus menggairahkan dunia pariwisata di masa pandemi ini. Salah satunya adalah, kita harus mencoba mengingatkan kembali untuk memperbaiki atau me-recovery destinasi wisata itu sendiri.
“Katakanlah, dengan penyelenggaraan protokol Covid-19 yang lebih baik. Lalu, memperbaiki amenitas-amenitas di destinasi,” ungkapnya.
Harapan yang ingin didapatkan setelah me-recovery destinasi wisata, jelas Hadi, adalah dalam rangka memberikan peningkatan kualitas dan layanan kepariwisataan yang lebih bagus, mana kala Pandemi Covid-19 nanti sudah melandai, wisatawan akan menjumpai sesuatu yang baru yang jauh berubah lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Hadi Susilo menambahkan, hal lain yang tak kalah penting untuk mendukung peningkatan kualitas di sektor pariwisata dengan cara menambah dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Seperti meng-upgrade pengetahuan pemandu dan pengelola wisata.
“Kita tahu bahwa SDM itu salah satu faktor penting. Jadi, pemandu, pengelola wisata, baik yang pengelola atraksi maupun pengelola kawasan wisata, pengetahuannya juga perlu di-upgrade. Sehingga, kualitas pelayanan meningkat sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dan penanti di destinasi,” paparnya. (MP)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY