Puluhan Siswa SD Kota Payakumbuh Keracunan Makanan

1023

Metro Padang.com – Payakumbuh,  Mendadak Puskesmas Ibuah dipadati pasien seumuran anak SD yang datang penuh duka sedih mendalam bersama walimurid. Informasi ini sempat mengagetkan masyarakat kecamatan Payakumbuh Barat. Kehadiran mereka di Puskesmas Ibuh adalah untuk mendapatkan pertolongan pertama akibat keracunan yang diduga setelah menyantap sup jamur sebagai makanan tambahan anak di sekolah. Selain korban dari siswa, ternyata ada beberapa orang guru yang ikut jadi korban keracunan usai menyantap sup jamur tersebut.

Terlihat pada Jumat (28/09/2018) siang, akibat keracunan makanan tambahan tersebut sedikitnya ada 35 orang murid SDN 40 Payakumbuh, Kelurahan Tanjung Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, dirawat di Puskesmas Ibuah, sedangkan ada beberapa orang guru yang sudah mendapat perawatan di RSI Yarsi Ibnu Sina.

Informasi dari seorang walimurid siswa SDN 40 Payakumbuh (tidak mau sebut nama, menyebutkan “ Pada hari Kamis (27/9/2018) sekira pukul 10. 00 Wib pagi, pihak sekolah memberikan makanan tambahan berbentuk sup jamur tiram, telur puyuh dan kentang kepada murid mulai dari kelas I sampai kelas VI. Namun, usai menyantap makanan guna penambah gizi melalui program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) yang anggarannya bersumber dari Pemko Payakumbuh itu, sejumlah murid dan guru ada yang muntah-muntah, panas tinggi, pusing dan mencret. Pertolongan pertama kami mencoba memberikan obat demam dari warung saja. Namun kondisi itu bukannya bertambah ringan, kamipun membawa anak kami ke puskesmas pagi ini,” ungkap si walimurid saat mendampingi anaknya yang sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Ibuah.

Awalnya, kami para orang tua tidak merasa curiga jika anak- anak kami mengalami keracunan makanan. Namun, menjelang sore ada yang sudah muntah-muntah, panas tinggi, pusing dan bahkan mencret.

“Khawatir akan menimbulkan dampak lebih buruk terhadap kesehatan anak kami, sebagian orang tua Kamis sore itu sudah ada yang melarikan anaknya ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh,” sebut walimurid itu menjelaskankan.

Dijelaskannya, Jum’at pagi, ketika sejumlah anak-anak pergi sekolah dan mengikuti ujian, sejumlah anak yang sedang mengikuti pendidikan ada yang muntah-muntah dan pusing sehingga melarikan pelajar kelas I sampai kelas VI itu ke Puskesman Ibuah.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang berhasil dihubungi saat mendatangi Puskesmas Ibuah, Jum’at sore (28/9/2018) menyatakan bahwa peristiwa keracunan yang dialami murid dan guru SDN 40 Payakumbuh diduga akibat memakan sup jamur.

“ Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan pihak medis, diduga murid dan guru ini keracunan makanan sup jamur tiram, telur puyuh dan kentang yang diberikan pihak sekolah sebagai makanan tambahan. Namun tingkat keracunan yang dialami para murid dan guru itu sudah berhasil diatasi,” ujar Elzadaswarman didampingi Kepala DP3AP2KB Syahnadel Kahiri dan Kadiknas AH. Agustion.

Selain tampak dihadiri Camat Payakumbuh Barat, Nurdal juga tampak siang itu Bhabinkantibmas Polres Payakumbuh, Bripka Yusrizal. Kepada media, Yusrizal menyebutkan, ” diduga keracunan makanan siswa dan guru di SDN 40 Payakumbuh berasal dari makanan tambahan berupa sup jamur telur puyuh dan kentang.

”Makanan tambahan sup jamur diberikan kepada anak murid SDN 40 Kelurahan Tanjung Gadang kecamatan Payakumbuh Barat, mulai dari kelas 2-6 pada hari Kamis tgl 27 September 2018, setelah makanan tersebut dikonsumsi siswa, makanan berasa asam dan mereka mengalami pusing serta mual-mual,” terangnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Ibuh, Drg. Fadlan Pimpinan, menyampaikan, hingga sore ini sudah ada 41 orang yang datang ke puskesmas akibat keracunan sup jamur tersebut.

”Setelah diberikan penanganan medis sudah separuh yang pulang, separuh lagi dirawat di puskesmas dan 2 org di rujuk ke RS YARSI. Tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan pasien keracunan yang datang ke puskesmas Ibuah akibat makanan tambahan sup jamur tersebut. Dalam waktu dekat sampel makanan akan kita uji bersama pihak terkait,” ujarnya.(tn)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY