Plh. Sekda Payakumbuh: Rendang Payakumbuh Go Internasional “Cluster Halal Food”

981

Metro Padang.com – Payakumbuh, Saat ini label halal dalam sebuah produk tidak semata hanya milik dan menjadi perhatian umat muslim. Tapi sudah menjadi milik dunia. Semua orang di dunia suka akan makanan halal. Karenanya, untuk bisa menembus pasar dunia, sertifikat halal sangat diperlukan.

Prinsip dasar dalam sertifikat halal tujuannya antara lain untuk memastikan antara produk halal dengan produk haram, tidak terjadi percampuran bahan haram dalam produk halal, dan tidak terjadi kontaminasi bahan haram ke dalam produk halal.Hal ini disampaikan Prof. Drh. Hj. Endang Purwanti, MS.Ph.d (Koordinator Prodi Sd Bioteknologi Unand) dalam Focus Grup Discussion (FGD) bertemakan “Pembangunan Cluster Pangan Halal” sekaligus sosialisasi “Cluster Halal Food” yang digelar Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh, inisiasi Perguruan Tinggi Unand, dan Minang World Foundation (MWF), di Ruang Rapat Walikota Lantai II, Balaikota Payakumbuh, eks Lapangan Poliko, Kamis ( 30/8/2018).

Dalam kegiatan yang dihadiri Plh. Sekda Kota Payakumbuh, Amriul Dt. Karaiang, Endang menambahkan, “Ketentuan pangan harus ASUH. Aman untuk dikomsumsi, sehat untuk dikomnsumsi, utuh untuh dikomsumsi, dan halal untuk dikomsumsi,” katanya.

Di sisi lain, Drh. Zulmaneri, MMAgri (Dosen UIN Syarif Hidayatullah) mengatakan, terdapat beberapa kebijakan dalam cluster pangan halal. Seperti UU RI No. 3 Tahun 2014 tentang Pembangunan Industri, UU RI No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, dan beberapa regulasi lainnya.

“Proses sistem jaminan halal tersebut terdiri dari industri pendukung, industri inti, dan industri terkait. Untuk Payakumbuh, potensi produk itu mulai dari rendang daging basah, rendang daging Suir, Rendang Daging Ayam, Rendang Telor, dan Rendang Paru,” ungkapnya.

Plh. Sekda Payakumbuh, Amriul Dt. Karaiang, menyambut baik kegiatan FGD ini dan berharap diperoleh rekomendasi-rekomendasi untuk proses stempel halal terhadap beberapa produk makanan Payakumbuh, khususnya Randang.
Kita ingin Randang Payakumbuh tidak hanya me-nasional, tapi go-internasional. Untuk studi banding, Pemko Payakumbuh akan membawa sejumlah pengusaha Randang untuk pergi ke beberapa kota di dunia, termasuk ke Jeddah,” ungkapnya.

Kabag. Perekonomian Setdako. Payakumbuh, Arif Siswandi, mengatakan FGD ini mendatangkan para pegusaha rendang, MUI, LPOM dan dinas terkait.
Tampak hadir Staf Ahli Walikota, Herlina, Asisten III, Rida Ananda, Kadisnakerperin, Dafrul Pasi, dan pejabat Pemko Payakumbuh terkait lainnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY