Hendra Febrizal : Pekerjaan Intake 50 Liter Perumda Air Minum Padang Tertunda

957

Metro Padang.com  – Masih banyak proyek fisik dan kegiatan Perumda Air Minum Kota Padang  yang tertunda. Perumda Air Minum Kota Padang juga mengalami hal itu. Menurut Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Febrizal, salah satu program yang tertunda adalah hibah MBR.

Tahun ini Padang dapat 3.000 MBR. Begitu juga Perumda di daerah tertunda karena belum ada petunjuk tekni pelaksanaannya.

“Namun Pemko Padang komit dengan hal itu, Perumda Air Minum Kota Padang masih ada anggaran di APBD sekitar Rp10 miliar. Direalisasikan bulan Desember saja. Karena pemerintah daerah juga sedang butuh dana dalam penanganan Covid,” jelasnya.

Selain itu, yang juga terkendala adalah pekerjaan pemasangan jaringan untuk program tersebut. Namun yang lainnya masih tetap berjalan normal. Kemudian juga ada pelaksanaan diklat yang tertunda. Karena sekarang belum diizinkan untuk berkumpul yang dapat menciptakan kerumunan.

Sementara pekerjaan intake yang tertunda adalah penambahan berkapasitas 50 liter per detik. Apabila keadaan sudah normal pengerjaannya dimulai lagi.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui dinas PUPR. Harus bertemu langsung dan berdiskusi tentang itu dan melakukan presentasi. Kita berharap mudah-mudahan Covid-19 cepat selesai
dan berharap 1 juli itu sudah normal bukan new normal lagi. Sehingga roda pemerintah kembali berjalan juga BUMN BUMD,” harapnya.

Untungnya, selama wabah Covid-19, Perumda Air Minum Kota Padang tetap beroperasional 24 jam. Bila ada masalah diselesaikan dengan cepat.

Sementara, memasuki new normal, Hendra menyebut Perumda sudah melaksanakan protokol kesehatan di kantor-kantor dan tempat pelayanan sejak disarankan oleh pemerintah daerah. Seperti menyediakan tempat cuci tangandi kantor-kantor pusat dan cabang mengukur suhu badan pengunjung dan di tempat pelayanan ada kaca pembatas antara petugas dan pelanggan.

Namun saat pandemi pihaknya mengimbau masyarakat melakukan pembayaran tagihan secara online saja agar tidak bertemu dengan orang ba- nyak dan berkumpul.

“PDAM Padang sudah memberikan kemudahan dalam pembayaran tagihan. Bisa lewat shopee linkaja, ATM,m-banking lewat bankmandiri dan bank lainnya. Rata-rata semua perbankan sudah bisa bayar tagihan air,” ujarya. (red)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY