Pemnag Duo Koto Gelar Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

1205
Metro Padang – Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam melaksanakan sosialisasi vaksinasi Covid-19 di aula kantor walinagari, Kamis (7/10). Sosialisasi kali ini ditujukan kepada masyarakat penerima bantuan seperti anggota PKH dan BPNT.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya seperti Camat Tanjung Raya, Polsek Tanjung Raya, dan Puskesmas Pasar Ahad.
Walinagari Duo Koto, Joni Safri mengatakan, sosialisasi vaksinasi ini sengaja dilakukan dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin, karena vaksin yang diberikan pemerintah sudah dijamin keamanannya.
“Kami menghimbau seluruh masyarakat agar mau mengikuti vaksinasi dalam rangka mendukung program pemerintah untuk melawan pandemi Covid-19,” ujarnya.
Ia menyebut, Satgas Covid-19 Nagari Duo Koto juga melaksanakan sosialisasi vaksinasi secara mobile dalam rangka mengajak masyarakat untuk mau divaksin. Selain itu, pemerintah nagari juga melaksanakan gebyar vaksinasi massal yang akan digelar pada pekan depan.
“Kita akan melaksanakan gebyar vaksinasi massal di nagari bekerjasama dengan pihak puskesmas, kepolisian, dan pemerintah kecamatan. Kita pastikan dulu kapan pelaksanaannya, karena kegiatan puskesmas saat ini sangat padat. Yang jelas kita akan gelar vaksinasi itu pada pekan depan,” ungkapnya.
Wakapolsek Tanjung Raya Iptu Akhiruddin menyebutkan, pemerintah saat ini sedang gencar melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat yang menjadi target sasaran penerima vaksin. Vaksinasi itu dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh kelompok atau herd immunity, sehingga dapat terhindar dari paparan Covid-19.
Lebih lanjut disebutkan, sesuai dengan isi Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2021, setiap orang yang menjadi target sasaran penerima vaksin wajib untuk melaksanakan vaksinasi dalam rangka percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Saat ini, vaksinasi diutamakan kepada masyarakat usia 12 tahun ke atas.
“Jadi, semua masyarakat itu harus mengikuti vaksinasi karena telah ada anjurannya dalam Perpres tersebut. Jika tidak diikuti, maka akan diberi sanksi sesuai dengan pasal yang ada dalam Perpres itu seperti penundaan atau penghentian pemberian bantuan sosial, penundaan layanan administrasi pemerintahan, hingga sanksi denda,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengakui, pemerintah nagari melaksanakan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat yang masih ragu untuk mengikuti vaksinasi.
Ia menyebut, dengan sosialisasi ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui tentang manfaat dan tujuan vaksin, sehingga nantinya mereka ikut berpartisipasi melaksanakan vaksinasi.
Disisi lain, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita bohong soal vaksin Covid-19 yang beredar di media sosial. Menurut dia, maraknya informasi hoax itu menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat vaksinasi di daerah maupun nasional. (MP/HRY)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY