Pemkab Dhamasraya Warga Tanam Komoditas Semusim

151
MetroPadang.com – Beberapa pemerintahan nagari atau desa adat di Kabupaten Dharmasraya dengan ekonomi masyarakat berbasiskan petani atau pekebun, mengajak warganya menanam komoditas semusim.
“Hantaman pandemi Covid-19 mulai dirasakan dengan menurunnya daya beli masyarakat di kawasan perdesaan, jika tidak disiasati maka dikhawatirkan akan menjurus pada melemahnya ketahanan sektor pertanian yang menjadi andalan utama masyarakat, ” Kata Wali Nagari Ranah Palabi Kecamatan Timpeh, Salman Alfarisi , Kamis (06/08).
Salah satunya, jelas dia, adalah dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman berumur pendek jenis palawija dan lain sebagainya, sambil menunggu kestabilan harga jual komoditas perkebunan jenis tanaman keras yang cukup banyak dibudidayakan masyarakat.
Menurutnya, dalam situasi pandemi Covid-19 ini tidak memungkinkan lagi masyarakat bergantung pada bantuan langsung tunai karena nilainya tidak akan mencukupi kebutuhan dan jumlah penerima sangat terbatas.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hasanuddin, menyayangkan lemahnya terobosan dinas terkait dalam mengatasi persoalan masyarakat di daerah itu.
“Saya melihat ada kebingungan ditingkat Organisasi Pemerintah Daerah dalam menyusun paket program pembangunan, akhirnya banyak kegiatan yang mubazir dan tidak kaya fungsi, ” Ungkapnya.
Jika keadaan seperti ini dibiarkan berlarut-larut, tambahnya, dikhawatirkan akan memicu efek penurunan daya beli lebih cepat ditingkat masyarakat desa yang muaranya akan menghambat upaya penyelamatan ekonomi masyarakat desa yang gencar disosialisasikan oleh pihak kementerian terkait.
“Masyarakat butuh kepastian penguatan perekonomian, tidak bisa sekadar dibantu uang atau gedung-gedung miskin manfaat dan hanya memberikan keuntungan pada segelintir oknum saja,” tegasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode kuartal II-2020. Seperti yang sudah diperkirakan, ekonomi Indonesia mengalami kontraks alias pertumbuhan negatif. (nz)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY