MetroPadang.com-Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal di Payakumbuh, Jumat mengatakan pasien-pasien yang sudah dinyatakan sembuh diharapkan dapat menjadi pionir dan menjadi juru bicara terkait COVID-19.

“Harapannya agar mereka yang bisa jadi pionir di lapangan, jadi media atau juru bicara di lapangan, sehingga mereka bisa menyampaikan hal-hal yang baik terkait pelayanan kesehatan ataupun COVID-19. Seperti yang diyakini, COVID-19 itu tidak perlu ditakuti tetapi perlu diwaspadai,” kata dia.

Ia mengatakan keberadaan pasien positif COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh itu juga akan membantah hoaks yang beredar di masyarakat.

“Banyak yang mengatakan bahwa COVID-19 itu tidak ada. Mereka-mereka ini yang akan kita gunakan untuk membantahnya hoaks tersebut,” sebutnya.

Terkait perkembangan COVID-19 di Payakumbuh, Bakhrizal mengatakan dalam dua pekan terakhir memang tidak ada penambahan kasus positif di daerah itu. Saat ini masih ada tiga pasien positif COVID-19 di daerah itu yang belum sembuh.

“Total pasien positif yang berdomisili di Payakumbuh itu ada 20 orang, 17 diantaranya sudah sembuh,” ujarnya.

Ia mengatakan total kasus yang ditemukan oleh Dinkes Payakumbuh, yakni sebanyak 27 kasus. Tapi, untuk tujuh kasus lainnya berasal dari daerah tetangga, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam.

“Meski ada dari daerah tetangga, tapi untuk monitoring terhadap 27 orang ini tetap kita yang melakukan. Jemput antar ke rumah sakit kita lakukan terhadap para penderita yang positif ini. Sampai sejauh ini hanya tinggal tiga orang yang masih positif, sisanya telah dinyatakan sembuh,” kata dia.

Ia menyebutkan, sampai saat ini Pemkot Payakumbuh telah melakukan total 1.300 tes swab terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Tes swab memang kita lakukan terhadap semua orang yang pernah kontak dengan semua pasien positif,” ujarnya. (MP)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY