Pasar saham: IHSG Ambruk, Reksadana Saham Jeblok

2320
Ilustrasi

Metro Padang.com – JAKARTA. Pasar saham yang tertekan sepanjang bulan September lalu menyeret kinerja reksadana saham.Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksadana saham yang terdapat pada Infovesta Equity Fund Index 90 turun 2,61% dibandingkan bulan Agustus lalu. Di saat yang sama, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 2,52% (mom).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, perlambatan ekonomi global membuat pasar saham bergejolak. Bahkan, beberapa bank sentral dunia seperti The Federal Reserve dan Bank Indonesia memilih memangkas suku bunga acuan pada bulan lalu demi menggairahkan ekonomi negaranya.

Tekanan bagi pasar saham bertambah seiring aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan di dalam negeri pada akhir September lalu. Kala itu, asing memilih melakukan aksi jual dan beralih dari pasar saham Indonesia.

“Bulan lalu, investor asing lebih suka melakukan switching dari saham ke SUN,” kata dia.

Walau mencetak kinerja buruk, ada beberapa produk reksadana saham yang masih mencatatkan kinerja ciamik di bulan lalu.

Lihat saja, Shinhan Mitra Maxima Ekuitas yang berhasil berada di urutan kelima reksadana dengan kinerja tertinggi bulan lalu. Produk besutan Shinhan AM ini berhasil mencetak kinerja 3,56%. Bahkan, sepanjang 2019, produk ini mencetak return 7,77%.

Reksadana Saham dengan Kinerja Tertinggi Sepanjang September 2019
No Nama Reksa Dana Saham Kinerja 31 Agustus 2019-
30 September 2019 (%)
1 Millenium Equity Prima Plus 10,50
2 Millenium MCM Equity Sektoral 8,04
3 Simas Saham Ultima 4,26
4 Reksa Dana Treasure Saham Mantap 4,25
5 Shinhan Mitra Maxima Ekuitas 3,56
6 Sucorinvest Equity Prima Fund 3,56
7 Jasa Capital Saham Progresif 3,17
8 Shinhan Equity Growth 3,13
9 Victoria Prime Equity Fund 2,96
10 Pacific Saham Syariah III 2,85
Sumber: Infovesta Utama dan Riset KONTAN
Effendi Hasim, Head of Investment Shinhan AM mengatakan, kinerja unggul yang diraih produknya berkat strategi berupa kombinasi atas saham-saham berkapitalisasi besar, menengah hingga kecil. “Rotasi portofolio juga terus dilakukan agar mencapai hasil yang lebih baik,” jelas dia.

Selain itu, dalam meracik portofolio Shinhan Mitra Maxima Ekuitas, perusahaan ini juga tidak bergantung pada sektor tertentu. Perusahaan ini lebih fokus pada fundamental, aksi korporasi dan momentum pasar.

 

Meski prospek ekonomi global meredup dan ada sentimen negatif dari keberlangsungan perang dagang, Effendi masih optimistis produknya dapat menghasilkan imbal hasil hingga dua digit di akhir tahun ini.

Wawan pun memprediksi, pada akhir tahun, IHSG bisa rebound sehingga dapat mengerek kinerja reksadana saham. Dia pun menebak, IHSG dapat akan finish di level 6.500 di akhir 2019.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY