Musim Penghujan, Warga di Kabupaten Pesisir Selatan Diminta Waspada Banjir

333
Metro Padang  – Kondisi cuaca yang tidak menentu yang bisa membuat hujan deras datang secara tiba-tiba sebagaimana terlihat saat sejak satu pekan terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), harus disikapi dengan kewaspadaan. Upaya itu bertujuan agar ancaman bencana sebagaimana dikatakan, tidak menimbulkan dampak korban bagi masyarakat.

Imbauan itu disampaikan karena warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan longsor, mencapai 20 % dari total jumlah penduduk Pessel yang saat ini sebanyak 546 ribu jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Herman Budiarto mengatakan bahwa Pessel yang  Pesisir Selatan memanjang dari utara hingga selatan dengan garis pantai mencapai 234,5 kilometer itu, sebanyak 20 % warganya atau dari total 546 ribu jiwanya berdomisili di daerah rawan longsor.

“Agar ancaman bencana sebagai mana ditakutkan atau dikuatirkan itu tidak menimbulkan dampak korban jiwa. Maka kepada masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab kondisi cuaca yang tidak menentu sebagaimana saat ini, bisa saja ancaman itu terjadi,” katanya.

Diungkapkannya bahwa di daerah itu dari 15 kecamatan yang ada, ancaman bencana longsor paling tinggi terdapat di Kecamatan Bayang Utara (Bayu). Sebab di kecamatan itu, bisa dikatakan 85 persen penduduknya tinggal di lereng perbukitan dengan kemiringan diatas 45 derajat.

“Disusul kecamatan Koto XI Tarusan, IV Jurai, Batang kapas, Lengayang, Ranah Pesisir, Ranah IV Hulu dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa pada delapan kecamatan itu, bencana longsor akibat hujan deras selalu terjadi setiap tahunya.

“Karena tingginya ancaman, sehingga kepada warga yang pemukimannya persis berada di lereng perbukitan dengan kemiringan di atas 45 derajat, diminta untuk meninggalkan rumah jika hujan deras terjadi,” ingatnya.

Dia menambahkan bahwa imbauan dan ketegasan itu tidak saja disampaikan secara lisan, tapi juga secara tertulis kepada para wali nagari melalui masing-masing camat.

Dijelaskanya bahwa selain bencana longsor, ancaman bencana banjir juga sangat tinggi mengancam keselamatan jiwa warga di daerah itu.
Sebab daerah yang berhulu sungai di kawasan bukit Barisan itu, rata-rata memiliki arus sungai yang deras akibat tingginya tingkat kemiringan.

“Tingginya kemiringan sungai otomatis membuat arusnya menjadi deras. Kondisi ini menjadi penyebab banjir bandang bisa muncul secara tiba-tiba. Makanya ini perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Beranjak dari kondisi dan ancaman itu, sehingga dia menghimbau kepada warga yang bermukim di lereng bukit dan di dekat pinggir sungai supaya juga waspada.

“Terutama sekali bila hujan deras berlangsung cukup lama atau lebih dari empat jam,” tutup Herman. (mp)

ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY