Mesjid Tua Ash Shaidiyah Kembali Diresmikan Pemakaiannya oleh Walikota

883

Metro Padang.com – Payakumbuh, Berkat kegigihan masyarakat Kelurahan Bulakan Balai Kandi Kenagarian Koto Nan Ompek Kec. Payakumbuh Barat untuk mengembalikan sejarah dan kejayaan mesjid Ash Shaidiyah yang terletak tidak jauh dari terminal angkot Kota Payakumbuh. Sebelumnya mesjid ini kurang terawat dan dimanfaatkan.

Betepatan dengan Jumat tanggal 5 Oktober 2018, mesjid ini diresmikan pemakaiannya oleh Walikota Payakumbuh bersama Kepala Kankemenag, Camat, lurah dan unsur terkait lainnya.

Terkait kronologis dan sejarah diterangkan Ketua Pengurus Mesjid, Jufri yang juga diamanahi sebagai imam tetap, dalam laporannya menerangkan bahwa mesjid Ash Shoidiyah merupakan mesjid Nomor II Tertua di Payakumbuh Barat, setelah Mesjid Gadang Balai Nan Duo.

“berdasarkan sejarah yang kami terima dan simpan, mesjid ini dibangun tahun 1889 dengan ukuran 7 x 7 meter. Kala itu dinamai Surau Angku Shoid atau mesjid lamo, sebagai pusat ibadah dan suluk. Kala itu mesjid masih jarang di Payakumbuh. Tahun 1950 dirubah menjadi mesjid dan warga shalat Jumat disini.

Dikatakan Jufri, mesjid kita sempat fakum pada tahun 1960-an, dengan dibangunnya mesjid Pancasila atau Mesjid Istiqamah sekarang. Yang dijadikan Mesjid Agung di Payakumbuh Barat. Sehingga mesjid Ash Shoidiyah kembali dijadikan pusat tarawihan, mengaji dan suluk, seperti sediakala. Kondisi itu berlangsung hingga tahun 1984.

Pada tahun 1994, kembali warga sepakat kembali ke mesjid lamo. IMB dan sertifikat pun diurus bersama syarat lainnya. Tahun 2001 Mesjid Ash Shaidiyah diresmikan Walikota Payakumbuh. Kala itu Bapak Darlis Ilyas. Kondisi ini hanya bertahan hingga tahun 2012. Mesjid Ash Shaidiyah kembali fakum kegiatannya.

Pada tanggal 27 Juli 2018, kesadaran warga kembali timbul untuk menghidupkan kembali mesjid ash shoidiyah. Status surau / mushalla diubah menjadi mesjid dengan keluarnya SK Walikota Payakumbuh Nomor 451.18/582/WK-PYK/2018 yang ditandatangani tanggal 05 Oktober 2018 oleh Walikota Riza Falepi.

Peresmian kembali mesjid ini akan dilakukan Walikota Payakumbuh dan dilanjutkan dengan shalat Jumat serta makan siang bersama. Sebagai bentuk syukur diresmikannya kembali Mesjid Ash Shaidiyah masyarakat menyembelih 5 ekor kambing untuk dimasak dan dimakan bersama-sama.

Resmikan Mesjid Ash Shaidiyah, Walikota Payakumbuh yang kala itu diwakili Staf Ahli H. Syahril mengharapkan warga untuk tetap merawat sejarah mesjid. Selain itu Syahril juga mengharapkan warga agar komit bersama dalam memakmurkan mesjid Ash Shoidiyah selaku mesjid yang sah ke 84 di Kota Payakumbuh.

“Mari kita ramaikan mesjid kita dengan kegiatan keagamaan,”Walikota pesankan.

Peresmian kembali mesjid Ash Shaidiyah sebagai sarama ibadah keagamaan dan shalat Jumat diawali dengan shalat Jumat perdana di mesjid ini, bertindak selaku khatib adalah Plh. Kepala Kankemenag kita Payakumbuh, H Jufrimal. Jufrimal dalam khutbah yang disimak ratusan jemaah memaparkan surat Al Jumuah.

Usai Jumatan, jemaah bersama warga menggelar makan bersama. Tidak hanya itu, malam harinya juga dilangsungkan wirid pengajian perdana yang disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah H. Darius.

Kesempatan wirid, Darius dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa muslim diwajibkan shalat jemaah di mesjid, terutama kaum muslimin. Selain itu Darius juga menyampaikan keutamaan shalat berjemaah (tn)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY