Menteri PUPR Beri Sinyal Positif pada Sutan Riska Minta Jalan Tol Lewati Dharmasraya

705
Metro Padang.com – Masyarakat dari tiga kecamatan yang ada, yakni Kecamatan Timpeh, Kecamatan Padang Laweh dan Kecamatan Sitiung tumpah ruah di Jembatan Pulai, untuk menyaksikan peresmian jembatan tersebut. Pembangunan Jembatan Pulai terwujud pasca kedatangan Presiden Joko Widodo ke Dharmasraya pada Februari 2018 lalu. Kementerian PUPR kemudian mengucurkan anggaran senilai Rp 65 miliar untuk membangun jembatan rangka baja di Pulai

Saat ini, pembangunan Jembatan Pulai boleh dikatakan sudah selesai. Pembangunan hanya tinggal finishing saja. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama masyarakat menggelar acara syukuran peresmian jembatan tersebut (21/09/2020).

Menteri PUPR, Muhammad Basuki Hadi Mulyono turut hadir dan menyaksikan langsung acara syukuran melalui video conference dari ruang kerjanya di Gedung Kementerian PUPR di Jakarta.

“Terima kasih Pak Presiden. Terima kasih Pak Menteri, sudah mewujudkan impian kami untuk membagun Jembatan Pulai. Kehadiran jembatan ini telah diimpikan masyarakat sejak puluhan tahun lalu, dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud,” ungkap Bupati di hadapan Menteri PUPR melalui video conference.

Menurut Bupati, peran Jembatan Pulai sangat vital. Disamping menjadi penghubung tiga kecamatan, Jembatan Pulai juga menjadi penghubung Dharmasraya ke Provinsi Riau. Untuk itu, guna pengembangan daerah ke depan, Bupati juga melobi Menteri PUPR untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Pulai ini dengan membangun akses jalan menuju tol Trans Sumatera. Bupati meyakini, jika pembangunan akses itu terwujud, maka ini akan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat ke depan.

“Ada sekitar 60 kilometer dari sini Pak Menteri. Kami ingin ke depan Dharmasraya bisa lebih berkembang lagi,” pinta bupati kepada Menteri.

Tidak hanya itu, Bupati juga meminta kepada Menteri PUPR untuk membantu pembangunan pagar dan taman untuk Masjid Agung Dharmasraya. Serta melanjutkan pembangunan pembangunan jalur dua di Dharmasraya. “Dharmasraya ini dilintasi jalan nasional sepanjang 64 kilometer Pak Menteri. 20 kilometer saja dikasih jalur dua, Dharmasraya sudah seperti kota.

Harapan Bupati disambut baik Menteri PUPR. Ia bahkan langsung meminta dirjen terkait untuk memprogramkan apa yang diminta Bupati Sutan Riska, di tahun 2021. Basuki mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sutan Riska yang terus berupaya menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Dan Kementerian PUPR, kata Basuki akan selalu siap mendukung itu.

“Jadi kepada Dirjen dan Satker terkait, ini tolong diprogramkan di tahun 2021, untuk pembangunan pagar dan taman Masjid Agung Dharmasraya. Juga kepada Balai Jalan, untuk akses dari Dharmasraya menuju tol di Pekanbaru, tolong dicek. Programkan secara bertahap. Supaya tol tersambung dengan Dharmasraya. Ini sesuai dengan keinginan Presiden, setelah dibangun tol, harus dihubungkan dengan kawasan-kawasan produktif,” ungkap Basuki.

Termasuk juga kelanjutan pembangunan jalan dua jalur, Menteri PUPR juga meminta Dirjen terkait untuk memprogramkan di tahun 2021. “Jika memang sangat dibutuhkan dan dapat menjadi daya ungkit bagi pengembangan ekonomi di Dharmasraya, programkan. Saya yakin, dengan kepemimpinan Bupati Sutan Riska ini bisa terwujud dengan baik,” kata Basuki.

Basuki berpesan kepada masyarakat, agar setiap prasarana yang telah dibangun dapat dipelihara dan dikelola dengan baik, agar umur pemanfataannya bisa lebih panjang. “Saya juga berterima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan semua pihak di Dharmasraya selama ini, sehingga pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Adapun, pada kesempatan itu, Menteri PUPR juga meresmikan 9 item pembangunan infrastruktur lainnya di Kabupaten Dharmasraya. Yakni jembatan cable stayed Sungai Dareh, pelebaran jalan nasional di Pulaupunjung dan Kotobaru, Embung Padang Roco dan Sungai Duo, Pengaman Tebing Sungai Batang Piruko, 13 paket Pamsimas, 3 unit IPAL (Jorong Koto Harjo, Jorong Jaya Mulya, Jorong Sungai Kalang I), Rusunawa dengan total 112 unit hunian (Pulaupunjung dan Sungai Rumbai), 52 unit Rusus, dan 1.505 unit BSPS, yang total anggaran kesemuanya Rp 227 miliar. (ts)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY