MetroPadang.com-Demi meningkatkan  mendorong perekonomian ditengah pandemic Covid-19, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengumumkan akan memotong Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berbagai produk konsumer.
Sunak berencana mulai memberlakukan penurunan PPN pada awal Juli 2020. Meski sebelumnya, Inggris sudah pernah melakukan pemotongan PPN pada 2008 selama krisis keuangan global saat itu.
“Saya telah memerintahkan para pejabat untuk menyiapkan opsi-opsi untuk mengurangi pajak penjualan, termasuk pengurangan tingkat informasi utama, bahkan mungkin bisa menghilangkan pajak pada beberapa produk lokal,” jelasnya seperti dilansir iNews.
Sebelum memutuskan kebijakan tersebut, Sunak mengaku telah menerima saran dari berbagai pihak. Sebab tujuan utama dari diambilnya kebijakan tersebut diketahui untuk melihat seberapa jauh pengaruhnya terhadap nilai konsumsi masyarakat dalam aktivitas jual beli di pasar.
Tak hanya Sunak, keputusan tersebut rupanya juga membuat pemerintah Jerman menerapkan kebijakan yang sama dan akan memotong PPN berbagai produk konsumer sejak 1 Juli 2020 untuk enam bulan ke depan.
Sekadar informasi, ekonomi Inggris menyusut sebesar 20,4% pada April 2020. Sementara data resmi dari Kantor Statistik Nasional (ONS), jumlah klaim pengangguran melonjak 126% menjadi 2,8 juta orang hingga Mei lalu akibat adanya penerapan kebijakan lockdown di tengah pandemi Covid-19 yang membuat ribuan toko-toko dan bisnis terpaksa tutup. (MP)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY