Masyarakat Payakumbuh Aspirasi Deklerasi Anti Pekat

1136

Metro Padang.com  – Payakumbuh,  Sejumlah tokoh masyarakat Kota Payakumbuh mendukung penuh adanya deklarasi anti penyakit masyarakat alias Pekat yang dilaksanakan pada Senin (5/11/2018) pagi. Ribuan massa yang tergabung dari berbagai unsur itu, turut berpartisipasi dengan menandatangani petisi deklarasi serta turun langsung ke jalanan sebagai kampanye anti pekat.

Menurut tokoh-tokoh masyarakat Payakumbuh, adanya deklarasi anti pekat tersebut, setidaknya sudah memperkecil ruang gerak bagi pelaku pekat. Seperti judi, mabuk, seks bebas, LBGT, hingga prilaku maksiat.

Namun, mereka berharap banyak, untuk memerangi prilaku pekat, tidak hanya sebatas deklarasi atau longmarch ke jalanan saja. Melainkan, harus ada aksi nyata dalam memerangi aksi pekat dalam menciptakan Payakumbuh bersih dari maksiat.

“Harus ada aksi nyata. Tidak hanya sekedar seremonial saja,”ucap Sevindra Duta salah satu tokoh masyarakat Payakumbuh yang hadir saat Deklarasi Anti Pekat pada Senin (5/11/2018) pagi. Sevin berharap, seluruh hiburan malam yang ada di Kota Payakumbuh harus ditertibkan. “Jangan ada lagi hiburan malam yang beroperasi diluar ketentuan. Ini salah satu aksi nyata yang harus dilakukan,”terang Sevindra Juta.

Begitu juga yang dikatakan Muhandi Andi Torang dari GNPF Ulama Payakumbuh. Karaoke, kafe serta berbagai hiburan malam lainnya di Payakumbuh harus ditertibkan seiring dengan telah adanya deklarasi Payakumbuh Anti Pekat. “Kalau memang serius memerangi pekat, hiburan malam tolong ditertibkan,”ucap Andi.

Kata pria yang akrab disapa Andi Torang itu, ada ustad yang curhat padanya yang miris dengan kondisi Payakumbuh dimalam hari. “Saat itu ada ustad yang cerita ketika berjalan tengah malam dan melintas didepan salah satu hiburan malam. Saat itu, hiburan malam masih beroperasi padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 04.00 Wib. Artinya, ada hiburan malam yang masih beroperasi yang tidak wajar. Hal-hal seperti ini yang harus ditertibkan,”kata Andi Torang.

Andi Torang pun berharap, apabila serius memerangi pekat, seluruh hiburan malam yang beroperasi di Kota Payakumbuh harus ditertibkan. Sehingga, Payakumbuh terbebas dari pekat bisa terwujud.

Dukungan untuk memerangi pekat, juga jadi perbincangan hangat di berbagai grup WhatsApp dengan anggota tokoh-tokoh Payakumbuh. Seperti grup WhatsApp Menuju Parlemen. Salah satu anggotanya, ustad Army Khalis sekaligus mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh meminta hiburan malam seperti karaoke, kafe-kafe serta salon harus ditertibkan seiring adanya deklarasi anti pekat.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh Devitra yang dihubungi terkait penertiban hiburan malam malah tidak menjawab. Secara terpisah, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menyambut positif adanya deklarasi anti pekat. Prilaku seks bebas, judi, narkoba, minuman keras dan LBGT adalah budaya barat yang dibawa oleh perusak anak cucu indonesia dari luar negeri. Tidak ada budaya ini sebelumnya di Indonesia, Khususnya di Kota Payakumbuh.

“Ini adalah serangan terselubung yang menyerang mental anak bangsa. Jika mental sudah rusak, tidak akan ada lagi idealisme anak muda untuk membangun bangsa. Jadi cita-cita bangsa ini akan sirna dan hancurlah NKRI yang kita cintai ini,” kata Riza.

Dengan adanya aksi nyata seperti ini, Riza siap memimpin perang terhadap kemaksiatan. Dalam waktu dekat, dirinya akan membuat memperbaharui Perda Penyakit masyarakat. Agar kedepan, ada landasan hukum dan aturan yang kuat untuk mempidanakan pelaku.

“Jadi nanti tidak hanya tipiring yang diberlakukan kepada mereka yang berbuat maksiat. Tapi akan masuk ke ranah pidana,” kata Riza.

Dengan hal itu, baik mereka yang menjual, meminum dan mengajak pesta minuman keras akan ditindak secara pidana. Hal serupa juga dilakukan untuk pelaku seks bebas dan LGBT. (rel

BAGIKAN

LEAVE A REPLY