LPPM UNAND Berikan Pelatihan “Finishing” PRODUK Rajut pada Sanggar Rangkiang Salayo Solok

1072
Oleh Tim LPPM UNAND
Metro Padang.com- Setiap usaha baik besar maupun kecil saat ini harus bekerja lebih kuat untuk bisa menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar yang luas.
Hal ini dikarenakan banyaknya media termasuk media digital yang tersedia untuk memasarkan produk sehingga kesempatan untuk menjual dan memasarkan produk menjadi terbuka bagi banyak orang ataupun perusahaan.
Dengan demikian semakin banyak produk yang akan tersedia di pasar dan bersaing untuk mendapatkan perhatian dan dipilih oleh konsumennya. Untuk itu menyiapkan produk yang baik dan berkualitas dengan sentuhan akhir yang baik menjadi keharusan bagi sebuah usaha.
Setelah dua rangkaian pelatihan dan workshop sebelumnya yang diberikan kepada sanggar Rangkiang untuk membuat produk dengan banyak ragam dan model, berikutnya Tim LPPM memberikan pelatihan bagaimana menyelesaikan dan memberi sentuhan akhir pada produk agar bisa selesai dengan sempurna.
Pelatihan ini diberikan kepada seluruh anggota sanggar Rangkiang yang telah mengikuti semua pelatihan dan menyelesaikan produk yang menjadi tugas mereka masing-masing.
Tahap akhir atau finishing ini meliputi pemasangan furing dan resleting, pembuatan tali tas atau dompet, penyelesaian dan pengikatan rajutan untuk kaus kaki dan pemasangan kaitan untuk mainan kunci.
Pada pelatihan ini setiap kelompok telah memiliki produk yang selesai dan harus dilakukan finishingnya. Bagian yang paling dinantikan oleh semua anggota menurut ketua sanggar Rangkiang Ildaweti adalah pemasangan furing.
Masih banyak anggota yang belum bisa memasangkannya sehingga harus mengupahkan kepada penjahit dengan biaya yang cukup tinggi. Tentunya ini berimbas kepada total harga pokok produk rajut tersebut yang membuat harga jual juga menjadi lebih tinggi dan barang sulit bersaing di pasaran.
Tidak heran sepanjang pelatihan, seluruh anggota memperhatikan dengan serius dan mencoba melakukan tahapan finishing ini dengan pengawasan dan bimbingan dari pelatih Nela Karlena yang didatangkan dari Padang.
Dengan pembekalan kemamouan “Finishing” ini, Tim LPPM berharap agar seluruh anggota sanggar Rangkiang bisa melakukan penyelesaian produk secara mandiri tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Hal ini bertujuan agar total biaya produksi bisa ditekan dan harga jual bisa diatur agar lebih ekonomis dan penjualannya mampu menjangkau berbagai kalangan.
Dengan demikian, produk Rajut Selayo (RAYO) bisa semakin dikenal dan mampu mengharumkan nama Nagari Selayo sekaligus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan para Wanita selayo dan keluarganya. (mp)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY