Kota Payakumbuh Deklerasikan untuk Menolak Pekat

1016

Metro Padang.com – Payakumbuh,  Didapatinya gejala gejala mulai menyuburnya penyakit masyarakat dan pelanggaran semboyan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS ABK) yang dilakukan beberapa oknum di wilayah hukum Kota Payakumbuh membuat resah dan geram tokoh masyarakat dan warga kota, termasuk golongan dan barisan pemuda Kota Payakumbuh yang tergabung dalam KNPI.

Geramnya para tokoh tersebut melahirkan sebuah komitmen bersama yang disebut Deklarasi Payakumbuh Tolak Penyakit Masyarakat. Deklarasi ini bertujuan bagaimana menumbuhkan rasa cinta tanah air dari pengaruh penyakit masyarakat yang akan mengundang murka Allah SWT. Dengan adanya rasa cinta tentunya warga kota sadar untuk membentengi diri, keluarga dan masyarakat Payakumbuh dari penyakit masyarakat. Deklarasi yang direncanakan akan digelar pada Senin tanggal 5 November 2018 mendatang, setelah sebelumnya sudah melalui rakor OPD terkait sebanyak 2 kali.

Walikota Payakumbuh melalui Asisten I, Yoherman yang memimpin rakor terkait pada Selasa (30/10/2018) sangat menyambut positif Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat. Rakor yang digelar di ruang rapat Lantai II Balaikota eks. Lapangan Poliko dihadiri Forkopimda, pimpinan OPD terkait, MUI, Kemenag, KNPI dan ormas kemasyarakatan.

Kesempatan rakor itu, Yoherman berasumsi kuat bahwa kegiatan ini bisa mengangkat kembali semangat dan mental masyarakat dalam memerangi salah satu penyakit masyarakat.

“LGBT memang sedang booming saat ini. penyakit masyarakat satu ini perlu dicegah sedini mungkin dan jika perlu jangan sampai ada satupun kaum LBGT tinggal maupun singgah di Kota Payakumbuh. Kita harapkan deklarasi ini nantinya mampu menjadi benteng yanh kokoh,” kata Yoherman.

Dukungan senada juga disampaikan Kapolres Payakumbuh melalui Wakapolres Edissra.

“kita berharap deklarasi tolak pekat ini nantinya bisa diwujudkan dalam sebuah regulasi resmi, yaitu Perda. Sehingga ada kekuatan hukumnya,” ajak Edissra.

Sementara Kabag Kesra, Ul Falhri lebih lanjut menerangkan bahwa warga Payakumbuh sangat menentang pemberitaan miring bahwa Payakumbuh adalah kota lumbung pekat. Menurutnya, animo ini sangat tidak sesuai sama sekali dengan kondisi ril di lapangan. Karena kebanyakan pelaku bukan warga pribumi Payakumbuh. Kalaupun ada mungkin sebagian kecil. Sampai kini tingkat pengawasan kekerabatan dan merapatan adat di Payakumbuh masih dirasa kuat.

“semangat untuk melahirkan deklarasi ini dipandang bisa membentengi Payakumbuh dari pekat, karena pemuda sebagai benteng nagari ikut proaktif. Semangat sumpah pemuda ini sangat kita apresiasi. Semoga Allah memberkati kita semua. Sekuat tenaga kita minimalisir pekat di payakumbuh, baik judi, narkoba, pergaulan bebas, miras dan protitusi,” sebut Ul Fakhri.

“Kami yakin, hal positif Kota Payakumbuh masih banyak dibanding negatifnya, namun kurang terespose. Prestasi Payakumbuh masih banyak kok, dan itulah kedepannya yang akan kita jaga dan pertahankan. Mohon kerjasama media, masih banyak daerah lain yang lebih parah pekatnya di banding kota kita. Mari sama-sama kita menjaga payakumbuh ini,” imbuh Ul Fakhri.

Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat ini nantinya akan melibatkan banyak unsur terkait di Lapangan Kubu Gadang. Kegiatan ini akan diisi dengan orasi penolakan pekat, dilanjutkan dengan longmarch menuju Lapangan Poliko.

Di lokasi yang sama, Ketua KNPI Kota Payakumbuh Ghani Ahmad selaku penggagas kegiatan menerangkan bahwa pemuda harus mampu memberi perubahan positif terhadap bangsa.

“pemuda adalah tiang kokoh negara, termasuk di Payakumbuh. Bagaimana pemuda mampu bersinergi dengan unsur terkait dalam membangun kampung, menjaga kampung dan memelihara kampung. Tepatnya tanggal 5 November 2018 nanti, kita akan lahirkan deklarasi dengan beberapa item komitmen. Salah satunya mendorong Pemko Payakumbuh bagaimana di dalam Perda Pekat dicantumkan atau ditambahkan poin LGBT dan waria atau sejenisnya,” beber Ghani.

“Komunitas yang memiliki prilaku seks menyimpang ini dilarang untuk menginjakkan kakinya ke Kota Botiah ini. Pemuda menolak stigma masyarakat luar, yang telah mencap Kota Payakumbuh sebagai lumbung LGBT di Sumatera Barat. Stigma itu membuat banyak tokoh masyarakat dan pemerintah gerah. Untuk menanggulangi dan membantah isu tersebut, masyarakat yang dibantu oleh Pemko Payakumbuh akan secara terbuka mendeklarasikan diri untuk menolak pekat, termasuk LGBT,”tambah Ketua KNPI yang baru dilantik ini.

Dijelaskannya, deklarasi anti LGBT ini akan dilaksanakan dalam bentuk Orasi dan Pembacaan Deklarasi Anti Pekat serta Penanda tanganan Petisi Menolak Pekat yang diawali dengan Longmarch dari Stadion Kubu Gadang menuju Kantor Walikota Payakumbuh di Lapangan Eks. Poliko. Sebelum sampai di kantor Walikota, peserta longmarch akan melewati Simpang Labuh Silang, Pasar Ibuh, Tugu Adipura dan langsung menuju kantor Walikota. Usai Longmarch, akan ada orasi dari tokoh masyarakat terkait sikap menolak LGBT, Kemudian pengambilan tanda tangan petisi Penolakan Pekat (Penyakit Masyarakat) sebagai simbol penolakan LGBT

“Tujuan acara Deklarasi ini hanya untuk menekan pekat dan mengusir pelaku LGBT dari Kota Payakumbuh. Payakumbuh BUKAN tempat komunitas LGBT berkumpul. Jangan sampai Kota Batiah yang selama ini terkenal dengan adat dan budaya Islamnya ini tercoreng dan terkontaminasi oleh pekat dan sekelompok orang yang punya perilaku menyimpang kodrati. Rusak susu sebelanga karena setitik nila,” ucap Ghani.

“Selain itu, deklarasi ini diharap mampu membuka mata dan mental masyarakat Payakumbuh untuk melawan prilaku menyimpang ini. Dengan itu, masyarakat turut terlibat aktif dalam menciptakan suasana Kota yang harmonis dan jauh dari kemaksiatan,” tandas Ghani.

Sementara pada Rabu (31/10/2018) dukungan terhadap Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat disampaikan langsung Walikota Payakumbuh Riza Falepi melalui goresan singkat di medsos pribadinya.

“Mari kita selamatkan payakumbuh,minangkabau dan indonesia. Kita ketahui, bencana sudah dimana-mana. Diamnya kita terhadap aktivitas mereka (pelaku pekat) sama saja mengundang bencana ke daerah kita Payakumbuh. Ayoo, ikuti Deklarasi Payakumbuh Menolak Penyakit Masyarakat. Jangan tunggu bencana datang baru kita sadar dan bergerak. Mari bergabung dalam barisan kami,” ajak Riza Falepi. (tn)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY