MetroPadang.com-Ketua KONI Payakumbuh Sumatera Barat Yusra Maiza mengaku mendukung keputusan dari Pemerintah Provinsi untuk menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Dalam keputusan gubernur, Porprov yang seharusnya dilaksanakan Desember 2020 ke 2022. Saya rasa keputusan ini hal yang tepat,” katanya di Payakumbuh, Selasa menurutnya pelaksanaan dan persiapan tidak akan maksimal jika pelaksanaan Porprov dipaksakan untuk digelar pada akhir tahun ini. Terlebih, anggaran di kabupaten dan kota banyak yang terpakai untuk penangangan COVID-19.

“Sekarang masih di situasi pandemi COVID-19. Kalaupun berhasil dalam mengatasi ini dengan cepat, setidaknya butuh waktu dua tahun untuk menstabilkan keadaan,” ujarnya.Porprov juga tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan ada 2021 karena pada tahun tersebut bertepatan dengan pelaksanaan PON.

“Kalau dilaksanakan pada 2022 itu pas, karena hasil penjaringan di Porprov itu bisa langsung dibina untuk seleksi di pra-Pon 2023,” sebutnya pihaknya meminta agar polemik yang ada terkait pelaksanaan Porprov agar dapat dihentikan dan mencari alternatif atau solusi lain. Salah satunya kepastian alokasi anggaran buat masing masing dari Pemprov di KONI Sumbar.

“Ini kesempatan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) setiap cabang untuk menjalin komunikasi dengan DPRD terkait kepastian anggarannya di tahun 2021. Sebab diperlukan adanya penekanan oleh DPRD melalui banggar,” ujarnya.

Sehingga ke depannya tidak ada lagi Pengprov cabang olahraga ini tidak mendapatkan dana pembinaan. Supaya pembinaan olahraga ini lebih bergairah dengan banyaknya kompetisi-kompetisi untuk atlet.

Sehingga kompetisi untuk atlet tidak hanya terpaku kepada Porprov karena setiap Pengprov dapat menyiapkan kompetisi-kompetisi seperti Kejurda.

“Yang dibutuhkan atlet itu kan kompetisi, bukan hanya Porprov. Dan kompetisi seperti Kejurda ini lebih masuk akal dilaksanakan dibandingkan memaksakan pelaksanaan Porprov,” ujarnya

Untuk itu, Pemprov Sumbar dan KONI Sumbar harus dapat memastikan ketersediaan anggaran untuk masing-masing Pengprov melaksanakan kompetisi-kompetisi.

“Ini yang harus dipastikan, bagaimana anggaran untuk itu ada di 2021. Sebab anggaran untuk Kejurda tidak sebanyak Porprov, sehingga lebih memungkinkan untuk pelaksanaan,” kata dia. (MP)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY