Komisi I DPRD Padang pertanyakan Perjanjian Kerja sama dengan Perusda PSM

282

Metro Padang.com – Komisi I DPRD Kota Padang ingin memastikan, apakah dipindahkannya pengelolaan kepada Perusda PSM untuk mengelola sejumlah potensi PAD bisa melebihi apa yang didapatkan oleh OPD yang sebelumnya mengelola aset atau potensi tersebut.perjanjian kerja sama yang dilaKomisi I DPRD Kota Padang memPerPSM) terkait penyerahan pengelolaan sejumlah aset atau potensi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang.

 

Ketua Komisi I DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti mengatakan, dasar dari rapat kerja yang membahas pengelolaan sejumlah potensi PAD oleh Perusda PSM adalah berasal dari rapat Badan Anggaran (Banggar) beberapa waktu lalu. Dimana diketahui PSM sudah mengelola beberapa kegiatan perekonomian dari OPD-OPD di Kota Padang.

“Sejumlah kegiatan perekonomian yang telah diserahkan kepada PSM oleh Pemko Padang adalah pengelolaan objek wisata Pantai Air Manis dan pengelolaan parkir di Pasar Raya Padang,” ujar kader Gerindra ini.

Ia menjelaskan, penyerahan pengelolaan sejumlah kegiatan perekonomian kepada Perusda PSM pastinya melalui mekanisme perjanjian kerja sama. Dimana pihaknya perlu mengetahui kajian hukum, dasar, dan aturan dari kerja sama tersebut.

“Kami ingin mengkaji regulasi atau aturan, bentuk-bentuk perjanjian, dan komitmen dari Perusda PSM dalam memberikan PAD yang maksimal dari kegiatan perekonomian yang mereka kelola,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika nantinya Perusda PSM mampu memaksimalkan PAD dan memberikan keuntungan bagi Pemko Padang, maka tidak tertutup kemungkinan kegiatan perekonomian dari OPD lainnya juga bisa diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga seperti Perusda PSM.

“Kami ingin mengetahui, apakah sejumlah kegiatan perekonomian yang telah dikelola oleh Perusda PSM bisa lebih optimal pencapaian PAD dibandingkan di kelola oleh OPD,” tukasnya.

Untuk mengetahui perbandingan tersebut ungkapnya, Komisi I DPRD Kota Padang juga ikut mengundang Disparbud dan Disdag. Tujuannya adalah untuk melihat potensi PAD sebenarnya dari kegiatan perekonomian yang telah dikelola oleh Perusda PSM.

“Seandainya PAD yang didapatkan oleh PSM sama atau malah lebih rendah dari yang dapat dihasilkan oleh OPD, maka untuk apa kerja sama ini dilanjutkan,” tanyanya.

Ia menyampaikan, ke depan Perusda PSM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Padang tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan pesat. Sehingga jika Perusda tersebut besar, maka secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi Pemko Padang itu sendiri.

Direktur Utama PSM, Poppy Irawan mengatakan, Perusda PSM saat ini menjalankan empat sektor bisnis. Diantaranya pengelolaan objek Wisata Pantai Air Manis, parkir di Pasar Raya Padang, distribusi semen curah, dan pengelolaan Trans Padang yang rencananya dilaksanakan pada Januari 2021.

Ia menambahkan, khusus untuk pengelolaan objek wisata Pantai Air Manis, sebelumnya Perusda PSM hanya mengelola perpakiran di kawasan objek wisata tersebut. Namun sejak 8 Juni 2020 lalu mengelola seluruh kawasan objek wisata Pantai Air Manis yang dulunya dikelola oleh Disparbud Kota Padang

Ia menyebutkan, untuk target yang ingin dicapai dari pengelolaan objek wisata Pantai Air Manis yaitu minimal Rp2,2 miliar per tahun. Dalam Rp2,2 miliar itu ada termasuk di dalamnya kontribusi 70 persen kepada Pemko Padang.

“Kemudian ada pajak di dalamnya seperti pajak rekreasi, hiburan, restoran, dan pajak parkir,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, langkah dan upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh PSM dalam meningkatkan PAD adalah dengan melakukan promosi. Seperti digital marketing, pembayaran dilakukan dengan sistem nontunai, dan juga yang terpenting adalah meningkatkan dan memperbaiki fasilitas di objek wisata tersebut.

“Insha Allah setiap bulan atau tahun di objek wisata pantai Airmanis, akan ada sesuatu hal yang baru. Contohnya, pembangunan food court atau pusat jajanan yang lebih modern sehingga pengunjung bisa nyaman liburan di Pantai Air Manis,” jelasnya.

Sementara untuk pengelolaan parkir di Pasar Raya Padang katanya, PSM memberikan kontribusi terhadap PAD dengan dua cara. Yakni melakukan penyewaan lokasi parkir ke Disdag Kota Padang dan membayar pajak parkir sebesar 20 persen dari omzet yang didapatkan.

Ia mengatakan, jika dikalkulasikan dari dua kontribusi tersebut maka PSM setiap bulan memberikan pendapatan sekitar Rp12 juta sampai Rp15 juta untuk pengelolaan parkir di Blok II dan III Pasar Raya Padang.

“Ini sudah berjalan sejak November 2019 lalu. Saat ini kami juga sedang meningkatkan layanan dengan memasang Boom Gate atau alat parkir otomatis dengan sistem terpadu,(02)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY