Metro Padang.com BLORA – Koordinator lapangan di pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora, Peltu Suharyanto mengakui salah satu pekerjaan fisik yang membutuhkan perhatian ekstra adalah pengerasan jalan sepanjang 1.360 Meter yang akan dilebarkan menjadi 2,5 Meter dari kondisi yang ada.

”Pengerasan jalan yang menjadi sasaran fisik utama TMMD Reguler perlu penanganan ekstra. Disamping kondisi medan yang cukup ekstrim, dimana jika tuurn hujan dipstikan droping material tidak bisa dilakukan. Untuk itu kami perlu menggelar Karya Bhakti TNI yang melibatkan warga dan personil Koramil 02/Jepon, sebelum Pra TMMD digelar,” tandas Peltu Suharyanto.

Karya Bhakti sudah mulai digelar sepekan sebelum Pra TMMD dilaksanakan. Di setiap harinya sejumlah personil Koramil Jepon denan puluhan warga dua desa (Jurangjero dan Nglengkir) terus bahu membahu kerja bhakti di lokasi pembangunan jalan.

”Kami mengapresiasi semangat gotong royong warga di setiap harinya. Mereka membaur dengan sejumlah personil Koramil Jepon dan tetap semangat bekerja meski sesekali hujan mengguyur, karena memang sedang musim penghujan,” tambah Peltu Suharyanto.

Terpisah Bintara Pembina Desa (Babinsa) Jurang Jero, Serda Suwarno menambahkan, disaat warga dengan TNI kerja bhakti di lokasi pembangunan jalan sering turun hujan. ”Meski tuurn hujan warga tetap antusias bekerja bersama-sama angota TNI. Mudah-mudahan sebelum TMMD ditutup pembangunan jalan yang akan mendekatkan jalur warga Desa Jurangjero ke ibukota kecamatan itu bisa rampung,” harap Serda Suwarno. (pendim 0721/Blora)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY