Metro Padang – Heboh kasus dugaan pencabulan dan pelecehan seksual sesama jenis terhadap anak dibawah umur diduga dilakukan oknum FR,(56) yang ternyata oknum guru di salah satu SLTA di kecamatan Ampek Nagari mendapat perhatian serius dari jajaran Dinas Pendidikan Sumatera Barat.
Kasus yang menggegerkan masyarakat kabupaten Agam itu hingga kini viral bahkan menjadi perhatian khusus banyak pihak. Bahkan, banyak yang prihatin dan kesal mendengar kasus itu.
Pihak Dinas Pendidikan Sumbar itu, sudah mendapat laporan terkait kasus tersebut, termasuk penahanan yang dilakukan pihak Polres Agam terhadap tersangkap pelaku FR sejak Rabu pekan lalu menyusul kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang dilakukan terhadap anak dibawah umur.
Seperti disebutkan Mardison, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah I Sumbar, waktu dikonfirmasi Rabu,(15/9),menegaskan pihaknya sudah mendapat laporan terkait kasus tersebut.
Ditegaskan, pihaknya, sesuai ketentuan yang ada, akan menunggu proses dan keputusan hukum yang akan dijatuhkan kepada tersangka FR, sebelum pihaknya mengambil keputusan secara institusi kepada yang bersangkutan.
“ Jika proses dan keputusan hukum sudah ingkrah, dan yang bersangkutan dinyatakan bersalah, baru secara kedinasan akan kita proses bersama badan kepegawaian daerah (BKD) nantinya, “ sebut Mardison lagi.
Masih Dalam Pengembangan
Kapolres Agam melalui Kasubag.Humas Polres Agam AKP.Nurdin Dt.Sati, hingga saat ini, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut.
Tim penyidik Polres Agam, ulasnya, tengah berupaya mengungkap detail kasus, termasuk masih akan melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut.
Saat ditanyai  tentang adanya korban lain dalam aksi bejat FR tersebut, AKP.N.Dt.Sati menegaskan, bahwa hingga kini, kasus itu masih dalam proses penyidikan dan pengembangan oleh tim penyidik.
Kasus yang menggegerkan itu diungkap jajaran Satreskrim Polres Agam, menyusul penangkapan yang dilakukan terhadap FR,(56), seorang oknum ASN Pemkab.Agam, Rabu,(8/9) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
FR ditangkap menyusul terungkapnya kasus perbuatan cabul sesama jenis yang dilakukan terhadap anak lelaki dibawah umur di beberapa lokasi, Selasa, (31/8) lalu di kawasan jalan lintas Bawan-Palembayan dan di daerah Koto Alam,kecamatan Palembayan.
Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan FR terhadap anak dibawah umur berinisial LK, dilakukan Selasa,(31/8) sekitar pukul 10.15 WIB, di dalam sebuah mobil pick up di jalan lintas Sumatera ruas Bawan-Palembayan yang dilanjutkan di dalam hutan di kawasan area buru babi di daerah Koto Alam, Palembayan.
Kronologis kasus tersebut, dimana disebutkan antara pelaku dan korban sudah saling kenal karena mereka pernah bertetangga sewaktu korban tinggal bersama neneknya di daerah Sago,Nagari Manggopoh, kecamatan Lubukbasung kemudian korban pindah ke Bawan,kecamatan Ampek Nagari.
Korban yang ikut ibunya pindah ke Bawan itu, akhirnya bertemu kembali dengan pelaku di arenaburu babi karena sama-sama hobi berburu babi. Pelaku yang memiliki faslitas memadai dan punya mobil pick-up untuk berbuat, sepanjang bulan Agustus lalu, pelaku sering mengajak korban berburu babi bersama.
Antara pelaku dan korban juga berteman dan berkomunikasi menggunakan aplikasi whatshapp kemudian melalui watshap pelaku sering mengirim gambar dan video cabul sesama jenis kepada korban.
Dan melalui whatshapp pelaku juga pernah meminta agar korban mengirimkan foto kelaminnya kepada pelaku tapi korban menolak dengan alasan paket pulsanya tidak ada kemudian pelaku mengirimkan pulsa Rp. 20.000 dan menagih foto kelamin korban lalu korban mengirimkan foto kelaminnya ke whatshapp pelak. Menurut korban, pelaku juga mengirimkan foto alat kelaminnya kepada korban memalui whatshapp.
Senin,(30/8)sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku mengajak korban untuk menemaninya pergi berburu, Selasa,(31/8) dan korban menyatakan bersedia. Pelaku menyuruh korban menunggunya di Simpang Kampung Dagang, Bawan, kecamatan Ampek Nagari kemudian pelaku kembali mengirimi stiker dua orang laki-laki onani dan mengatakan bisa main bebas di arena perburuan.
Selasa, (31/9), sekitar pukul 10.00 WIB, korban pergi bersama pelaku menggunakan mobil milik pelaku, dalam perjalanan di jalan lintas Bawan-Palembayan pelaku mulai melakukan perbuatan cabul kepada korban, karena anak anak korban hanya diam saat pelaku beraksi.
Sampai di Palembayan di lokasi berburu mobil berhenti dan kemudian mengajak korban masuk kedalam semak-semak dan kembali mencabuli korban, korban sempat bermohon agar pelaku menghentikan perbuatannya namun tidak dihiraukan oleh pelaku.
Kemudian selesai berburu sekitar pukul 15.30 WIB pelaku dan korban pulang ke Bawan dan dalam perjalanan pulang tersebut pelaku kembali mencabuli korban dan saat akan sampai di simpang rumah korban , pelaku berkata kepada korban untuk tidak memnceriyakan apa yangs duah dilakukannya pada orang lain dan pelaku memberi korban uang Rp.100.000.-
Kasus itu terungkap, setelah korban melaporkan kejadian itu dan polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan Rabu,(8/9) sore, pelaku ditangkap di kediamannya di Bawan.
Dalam proses penyelidikan yang dilakukan tim Satreskrim Polres Agam, bersama pelaku juga diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone merek VIVO Y15 warna Phantom Black,1 helai baju kaos lengan pendek warna dongker pudar, 1 helai celana levis pendek merek HOCKY, 1 unit handphone merek OPPO F9 warna twilight blue,1 unit mobil pick up merek Toyota warna hitam dengan nomor polisi BM 9086 AH, 1 buah kunci mobil lambang toyota dengan remote dan dompet gantungan kunci.
“ Kepada tersangka, disangkakan pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 289 o Pasal 292 KUH Pidana, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, “ tegas Dwi Nur Setiawan saat Press Release yang dilakukan Jumat pekan lalu.
Saat ini, pelaku bersama seluruh barang bukti sudah diamankan di Makopolres Agam untuk pengusutan lebih lanjut. Sementara sepanjang pres relis yang digelar Polres Agam, pelaku pencabulan sesama jenis terhadap anak dibawah umur yang juga seorang oknum ASN itu, hanya bisa tertunduk bungkam. (MP)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY