Kasiops SAR Mentawai Lakukan Pencarian kapal hilang kontak terhadap kapal Km.Gunung Ajo dengan POB 4 orang

17

Metro Padang.com – Tugas mulia misi kemanusiaan dalam pencarian dan pertolongan kecelakaan kapal hilang kontak terhadap kapal Km.Gunung Ajo dengan POB 4 orang masih terus di lakukan upaya pencarian, Rabu (02/6/2021)
Operasi pencarian dan pertolongan di pimpin Kasiops SAR Mentawai, Hendri dengan kekuatan personel sebanyak 21 orang dari SAR Mentawai 17 orang di bantu dari anggota Koramil 01/Sikabaluan, Polsek Sikabaluan, anggota BPBD Mentawai dan awak media.

Kasiops SAR Mentawai, Hendri, selaku pimpinan operasi pencarian dan pertolongan mengatakan, dengan menggunakan KN.Ramawijaya perjalanan cukup panjang di barengi dengan ombak yang menantang di lautan bebas, bebernya.

“Untuk pencarian sudah berjalan selama tiga hari dengan melakukan penyisiran sesuai panduan SAR Map, namun hasil masih nihil, bahkan randa-tanda belum ada tampak selama pencairan di lakukan,” kata Kasiops SAR Mentawai, Hendri.

Tak hanya itu informasi dari masyarakat yang mengetahui kondisi kapal juga selalu di upayakan untuk melakukan konfirmasi agar memudahkan melakukan pencarian, terangnya.Di hari kedua pencarian juga di lakukan konfirmasi kepada awak kapal jenis tundo yang berlabuh di pelabuhan Pokai yang sempat bertemu dengan kapal KM Gunung Ajo.

Dikatakannya, dari keterangan mereka sempat melakukan komunikasi radio sebelum kejadian los contact bahwa kapal KM.Gunung ajo ini akan bertolak pulang dan pada saat itu memang kondisi cuaca agak ekstrim serta gelombang juga tinggi.

“Setelah kapal mereka sampai di pelabuhan Pokai tidak bisa lagi di lakukan komunikasi dengan radio di duga kelistrikan di kapal itu mati total, sehingga tidak bisa di hubungi,” ungkap Kasiops SAR Mentawai, Hendri.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas B Kab. kep Mentawai (Kakansar), Akmal, S.Sos saat dikonfirmasi awak media mengatakan,

pada hari ketiga pencarian masuk ke wilayah laut Nias, namun hasilnya juga nihil tidak ada nampak tanda-tanda, setelah bertolak ke pelabuhan Pokai di dapatkan informasi dari salah satu masyarakat melalui komunikasi seluler.

“Warga yang di komunikasikan ini berada di daerah simalegi, Kecamatan Siberut Barat, bahwa salah satu warga yang saat pulang dari ladang melihat sebuah fiber besar kondisinya sudah berada di tepi pantai, tapi posisi fiber hanya nampak bagian ujung,” ucap Kakansar kepada media, Rabu (02/6/2021)

Lanjut Kakansar, di lokasi yang di lihat warga juga menemukan ikan berserakan yang sudah menepi kepantai serta ada jeregen yang merupakan fasilitas kapal, akan tetapi POB 4 orang di kapal tidak ada warga melihat hanya fasilitas kapal saja.

Mgid “Kita belum bisa memastikan fasilitas yang di lihat warga simalegi itu milik KM Gunung Ajo, karena kapal KN Ramawijaya tidak bisa merapat ke lokasi tersebut, hanya satu-satu jalan menggunakan speed boat,” ujarnya.

Kronologis kejadian, pada tanggal 27 Mei 2021 sekira pukul 06.00 WIB pagi, dua kapal penangkap ikan yaitu KM Dani menangkap ikan sekitaran 24 mil dari perairan barat pulau tanah bala, sedangkan KM.Gunung Ajo di sekitaran 32 mil perairan barat pulau tanah bala.

Setelah melakukan aktivitas melaut, KM Dani mengajak KM Gunung Ajo untuk berangkat bersama menuju Padang, akan tetapi KM Gunung Ajo menyuruh KM Dani untuk duluan berangkat dan menunggu di pulau Boji sekitar pukul 12.00 WIB, sesampai di pulau Boji KM.Dani menunggu KM Gunung Ajo.

Setelah tiga jam menunggu di pulau Boji, KM Gunung Ajo tak kunjung datang dan KM Dani mengambil inisiatif untuk melanjutkan perjalanan menuju Padang, sesampai di Padang KM Dani bernama Adi melaporkan ke pihak Basarnas mentawia bahwa salah satu kapal tidak bisa di hubungi.

Ciri-ciri kapal KM Gunung Ajo itu warna biru, merah putih dengan POB 4 Orang yaitu Kapten kapal Icen (42), Nanda (58), Hasan basri (50), Bayu (21), jelas Kakansar.

“Dengan informasi itu SAR Mentawai melakukan operasi pencarian dan pertolongan selama tiga hari, namun hasil masih nihil dan KN Ramawijaya bertolak ke tuapejat,” pungkasnya

Kakansar juga menjelaskan, sementara ini operasi di tangguhkan selanjutnya nenunggu koordinasi dari pihak SAR Medan serta menunggu perkembangan kapan di lanjutkan kembali pencarian dan pertolongan, saat ini seluruh tim standbay.(yeni)

ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY