Kapolres Solok Arosuka :”tes urine wujud dari tidak pandang bulunya polres terhadap personel

4260

Metro Padang.com -Guna mengantisipasi keterlibatan anggota kepolisian dalam penyalahgunaan narkoba kepolisian Resort (Polres) Solok Arosuka, Sumatera Barat, melakukan tes urine kepada 197 personelnya. Rabu 13/2 di Arosuka.

Kapolres Solok Arosuka AKBP Ferry Irawan mengatakan bahwasanya “tes urine dilakukan merupakan wujud dari tidak pandang bulunya polres terhadap personel yang tersangkut kasus narkoba, dengan tes ini diharapkan tidak ada lagi anggota terlibat dalam narkoba”.

Selain itu tes urine bagi personilnya dilakukan agar dapat memantau dan menekan tindak negatif personel ke depannya dan tes tersebut dilakukan dalam rangka operasi Mantab Brata dan persiapan pengamanan pemilu presiden dan anggota dewan mendatang.

“Jangan sampai ada personel yang tidak fit, sehat baik fisik dan jiwanya dalam mengamankan pemilu nantinya”. Ucap beliau.

Lebih lanjut Kapolres solok Arosuka mengatakan bahwa hal ini merupakan sebuah tindakan preventif untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang tidak diinginkan di masa depan tentang keterlibatan anggota terhadap narkotika.

Kapolres juga menegaskan akan menindak tegas jika ada anggota baik perwira, bintara atau lainnya yang terlibat sebagai pengguna atau pengedar narkoba. Jika ada yang terlibat akan ditindak tegas dan dilakukan sidang disiplin.

Untuk mengurangi adanya kemungkinan keterlibatan personel, kapolres akan memperketat pengawasan terhadap anggota sehingga tidak ada celah untuk terlibat.

Ia menyebutkan pihak kepolisian adalah contoh bagi masyarakat, jadi adanya keterlibatan polisi dalam tindak kejahatan tentu akan merusak citra polisi di mata masyarakat.

“Jadi upaya pencegahan terhadap personel yang melakukan tindak negatif akan terus dilakukan,” sebutnya.

Tes urine yang dilakukan terhadap seluruh personel kepolisian Arosuka hasilnya ternyata negatif.

Ia berharap setiap personel memiliki kesadaran untuk menjaga nama baik profesi dan institusi sehingga terhindar dari hal-hal negatif, tindak maksiat yang merusak diri dan nama baik sebuah kesatuan.

“Sebab polisi merupakan panutan masyarakat yang akan ditiru banyak orang, jadi harus pandai dan bijak dalam bersikap”. Tutup beliau. Willy Aulia

BAGIKAN

LEAVE A REPLY