Kabut Asap Di Sumbar terutama di Dhamasraya Telah Mengganggu Kesehatan

641

Metro Padang.com – Kabut Asap di Sumatera Barat telah mengganggu kesehatan terutama  pada anak anak, seperti  di Dhamasraya anak sekolah sudah mulai diliburkan sekolah Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah makin meluas dan sulit untuk dipadamkan. Akibatnya, asap dari Karhutla tersebut mempengaruhi udara di beberapa daerah, bahkan suhu udara ikut naik menjadi lebih panas. Padahal seharusnya dengan makin tebalnya asap akibat karhutla, cahaya matahari makin sulit menembus bumi. Dan suhu bumi akan semakin dingin bukan malah lebih panas.

Dampak terbesar dari karhutla ini bukan hanya daerah area karhutla saja, tapi daerah lain yang bertetangga dengan Provinsi Riau. Salah satunya Kota Solok dan Kabupaten Solok. Di dua daerah ini jarak pandang hanya 500 meter, dan asapnya sudah mulai berbau, membuat mata perih dan batuk jika berada diluar ruangan. Sehingga dikawatirkan akan memberikan dampak lebih luas bagi kesehatan masyarakat.

Antisipasi dampak karhutla ini, Kota Solok dan Kabupaten Solok berinisiatif meliburkan siswanya. Kota Solok sesuai perintah lisan Wako Solok, H. Zul Elfian, SH. MSi. Dt. Tianso kepada Disdik Kota Solok untuk meliburkan siswanya terhitung tanggal 23 – 24 September 2019, sedangkan Disdik Kabupaten Solok meliburkan siswanya terhitung tanggal 23-25 September 2019.

Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah, Wawako Solok, Minggu, (22/9), membenarkan telah memberi perintah pada Disdik Kota Solok untuk meliburkan siswanya mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTsn, dan SMA.

Sebelumnya, juga telah keluar surat edaran dari Gubernur Sumbar kepada kepala daerah se Sumatera Barat untuk meliburkan sekolah beberapa hari.(02)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY