Jumling di Masjid Raya Baitul Muttaqin Pampangan, Wako Mahyeldi Beri Solusi Antisipasi Tawuran

    949

    Metro Padang.com – – Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah terus merespon aspirasi masyarakat secara dekat salah satunya melalui program Jumat Keliling (Jumling). Kali ini Jumat (22/2), orang nomor satu di Padang itu mengunjungi Masjid Raya Baitul Muttaqin Pampangan, Kelurahan Pampangan Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung. Seperti biasanya, usai menjadi khatib salat Jumat, wali kota yang juga seorang da’i itu membuka sesi tatap muka sembari berdialog mendengarkan aspirasi masyarakat. Sejumlah kepala OPD di lingkup Pemko Padang turut mendampingi.

    Beberapa harapan, masukan dan pertanyaan pun diutarakan beberapa warga Lubeg pada umumnya dan Pampangan khususnya dikesempatan itu. Seperti disampaikan salah seorang Ketua RW di Kelurahan Pampangan, ia menyampaikan keresahan warga terkait masalah tawuran yang kerap dilakukan kaum remaja di kawasan komplek dekat rumahnya.

    Tak hanya itu, beberapa pengurus masjid yang membutuhkan dukungan pemko untuk perbaikan jalan menuju masjid serta perbaikan pintu toilet. Tak hanya disitu, warga lainnya juga mengutarakan sekaitan genangan air yang kerap terjadi di beberapa titik ketika terjadi hujan curah tinggi. Selanjutnya permohonan di beberapa RW di Kelurahan Pampangan untuk tempat pembuangan sementara (TPS) sebagai tempat penampungan sampah warga sebelum diangkut tempat pembuangan akhir (TPA) Aie Dingin.

    Wali kota pun menjawab masukan dan aspirasi tersebut satu persatu. Dari sekian banyak aspirasi disampaikan masalah yang paling urgen adalah tawuran yang dilakukan kaum remaja. Mahyeldi pun menekankan bahwa hal ini harus diseriusi semua pihak. Karena masalah sosial tersebut merupakan salah satu efek dari padatnya perumahan dan penduduk sehingga bisa menyebabkannya terjadi termasuk narkoba.

    “Maka itu upaya kita untuk menanggulangi hal ini yang pertama sekali adalah, kita harus menggerakkan benteng-benteng di tengah masyarakat itu sendiri. Diantaranya melalui kegiatan koordinasi warga atau pemuda. Sewaktu mengetahui terjadinya tawuran masyarakatlah yang terlebih dahulu kita kompakkan dan kuatkan. Karena secara penindakannya di kecamatan ada Forkopimka yang tergabung diantaranya Kapolsek dan Danramil serta tokoh-tokoh masyarakat yakni LKAAM, KAN dan Bundo Kanduang dan lainnya,” jelas wako.

    Ditambahkannya, menyikapi masalah tawuran tentu memerlukan koordinasi antar pihak terkait satu sama lainnya untuk dapat mengetahui dan mendeteksi dimana dan kapan terjadinya. Apabila ada indikasi akan terjadinya tawuran diharapkan segera menindaknya dengan melaporkan kepada pihak kepolisian atau perangkat terkait yang ada di kelurahan, kecamatan atau sampai ke tingkat kota yang ada SK4 gabungan semuanya.

    “Kita pun mengapresiasi adanya upaya jajaran Polsek Lubeg yang bersinergi dengan warga dan pemuda mengantisipasi tawuran dengan menggelar ronda malam. Alhamdulillah seperti disampaikan pihak Polsek setempat tawuran yang bisa terjadi setiap Minggu dini hari sudah tak terjadi lagi. Namun ke depan butuh pengawasan ketat dari kita semua agar tak terjadi lagi,” seru wako mengimbau.

    Sementara terkait permohonan pembuatan jalan, penerangan jalan umum pemimpin tersebut mengarahkan warga setempat untuk dapat membuat proposal permohonan yang ditujukan kepada OPD terkait minimal diketahui atau ditandatangi oleh lurah.

    Selanjutnya sekaitan masalah belum adanya tempat pembuangan sementara (TPS) dibeberapa permukiman warga Mahyeldi pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH)menyikapinya ke depan apalagi di setiap kelurahan sudah ada Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang bertugas mengurusi sampah di tengah masyarakat.

    Usai kegiatan seperti biasanya Wali Kota Mahyeldi menyerahkan bantuan hibah Pemko Padang sebanyak Rp 10 Juta yang diperuntukkan untuk setiap masjid yang dikunjungi.(David/VN/Fsl)

    BAGIKAN

    LEAVE A REPLY