Gubernur Sumatera Barat Apresiasi Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah

    500

    Metro Padang.com – Tak salah kiranya masyarakat juga memanggil Mahyeldi Ansharullah,SP dengan sebutan buya. Buya adalah sapaan lazimnya di ranah Minang orang yang paham agama Islam, karena pada  2 Juli 2021 Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah,SP bertindak sebagai khotib sholat Jum’at di Masjid Raya Saning Baka. Dalam khotbahnya Buya Mahyeldi menyampaikan wasiat tentang Iman, Amar Ma’ruf dan persatuan merupakan kunci kesuksesan. Sebelumnya pada tahun 1980 an Gubernur Sumatera Barat waktu itu Ir.H.Azwar Anas pernah juga menjadi Khotib di Masjid Raya Saniangbaka. Saniangbaka adalah  sebuah nagari nan elok di tepian danau Singkarak, Kabupaten Solok.

    Gubernur Sumatera Barat bertindak sebagai Khotib di Masjid Raya Saniangbaka

    Menjadi Khotib di Masjid Raya Saniangbaka adalah salah satu rangkaian agenda Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah,SP di Kabupaten Solok pada hari Jum’at 2 Juli 2021. Agenda Gubernur lainnya yang merupakan agenda puncak adalah pengukuhan pengurus “Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah” yang akan menjadi nadzir wakaf berupa uang bagi masyarakat Saniangbaka dan umat Islam lainnya.

    Gubernur Sumatera Barat membacakan Ikrar pengukuhan Pengurus Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah (YWSB)

    Dalam sambutan pengukuhan tersebut Gubernur menyampaikan besarnya potensi wakaf, dengan wakaf dapat membantu nagari. Wakaf adalah kekuatan, seandainya  nagari-nagari lainnya di Sumatera Barat ini menggerakkan wakaf maka secara keseluruhan provinsi Sumatera Barat juga akan lebih kuat dan tentu saja gerakan wakaf merupakan upaya kembali ke nagari agar tidak terkikis oleh zaman serta wujud integral dari “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK”, demikianlah kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah,SP.

    Pada acara yang sama Ketua Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah Danil Nazar menyampaikan besarnya potensi wakaf yang dimiliki Saniangbaka dengan segenap warganya, baik yang di ranah maupun yang di rantau. Tidak ketinggalan Wali Nagari Saniangbaka Chandra Bahar menyampaikan bahwa Saningbaka mempunyai potensi lahan kopi ribuan hektar yang terlantar karena akses jalan yang tidak memadai. Dalam catatan penjajah Belanda, Saniangbaka memang merupakan salah satu sentra nagari penghasil kopi di Sumatera Barat.

    Penyematan rompi kehormatan kepa Gubernur Sumatera Barat oleh Ketua Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah Danil Nazar

    Masjid Raya Saniangbaka dipenuhi oleh jama’ah ibu-ibu anggota majelis ta’lim yang ikut meramaikan acara pengukuhan “Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah”. Selain dihadiri oleh rombongan Gubernur juga turut hadir anggoata DPRD Kabupaten Solok Dendi, Pengerak Masyarakat Ekonomi Syariah yang juga merupakan Da’I Sumatera Barat Muhammad Sobri, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Saniangbaka Irfan Umir Dt.Mustafa.

    Pengukuhan Yayasan Wakaf oleh Gubernur tersebut merupakan sebuah hal yang tidak tiba-tiba tetapi merupakan sebuah rangkaian dari pencangan Gubernur Sumatera Barat. Dalam catatan media Gubernur Sumatera telah mencanangkan Saniangbaka sebagai pilot project nagari penggerak wakaf di Sumatera Barat pada 17 April 2021 dalam acara Tabligh Akbar Virtual DPP IWS dengan Ustadz Abdul Shomad sebagai nara sumbernya (AZ)
    Tak salah kiranya masyarakat juga memanggil Mahyeldi Ansharullah,SP dengan sebutan buya. Buya adalah sapaan lazimnya di ranah Minang orang yang paham agama Islam, karena pada  2 Juli 2021 Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah,SP bertindak sebagai khotib sholat Jum’at di Masjid Raya Saning Baka. Dalam khotbahnya Buya Mahyeldi menyampaikan wasiat tentang Iman, Amar Ma’ruf dan persatuan merupakan kunci kesuksesan. Sebelumnya pada tahun 1980 an Gubernur Sumatera Barat waktu itu Ir.H.Azwar Anas pernah juga menjadi Khotib di Masjid Raya Saniangbaka. Saniangbaka adalah  sebuah nagari nan elok di tepian danau Singkarak, Kabupaten Solok.

    Gubernur Sumatera Barat bertindak sebagai Khotib di Masjid Raya Saniangbaka

    Menjadi Khotib di Masjid Raya Saniangbaka adalah salah satu rangkaian agenda Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah,SP di Kabupaten Solok pada hari Jum’at 2 Juli 2021. Agenda Gubernur lainnya yang merupakan agenda puncak adalah pengukuhan pengurus “Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah” yang akan menjadi nadzir wakaf berupa uang bagi masyarakat Saniangbaka dan umat Islam lainnya.

    Gubernur Sumatera Barat membacakan Ikrar pengukuhan Pengurus Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah (YWSB)

    Dalam sambutan pengukuhan tersebut Gubernur menyampaikan besarnya potensi wakaf, dengan wakaf dapat membantu nagari. Wakaf adalah kekuatan, seandainya  nagari-nagari lainnya di Sumatera Barat ini menggerakkan wakaf maka secara keseluruhan provinsi Sumatera Barat juga akan lebih kuat dan tentu saja gerakan wakaf merupakan upaya kembali ke nagari agar tidak terkikis oleh zaman serta wujud integral dari “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK”, demikianlah kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah,SP.

    Pada acara yang sama Ketua Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah Danil Nazar menyampaikan besarnya potensi wakaf yang dimiliki Saniangbaka dengan segenap warganya, baik yang di ranah maupun yang di rantau. Tidak ketinggalan Wali Nagari Saniangbaka Chandra Bahar menyampaikan bahwa Saningbaka mempunyai potensi lahan kopi ribuan hektar yang terlantar karena akses jalan yang tidak memadai. Dalam catatan penjajah Belanda, Saniangbaka memang merupakan salah satu sentra nagari penghasil kopi di Sumatera Barat.

    Penyematan rompi kehormatan kepa Gubernur Sumatera Barat oleh Ketua Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah Danil Nazar

    Masjid Raya Saniangbaka dipenuhi oleh jama’ah ibu-ibu anggota majelis ta’lim yang ikut meramaikan acara pengukuhan “Yayasan Wakaf Saniangbaka Berkah”. Selain dihadiri oleh rombongan Gubernur juga turut hadir anggoata DPRD Kabupaten Solok Dendi, Pengerak Masyarakat Ekonomi Syariah yang juga merupakan Da’I Sumatera Barat Muhammad Sobri, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Saniangbaka Irfan Umir Dt.Mustafa.

    Pengukuhan Yayasan Wakaf oleh Gubernur tersebut merupakan sebuah hal yang tidak tiba-tiba tetapi merupakan sebuah rangkaian dari pencangan Gubernur Sumatera Barat. Dalam catatan media Gubernur Sumatera telah mencanangkan Saniangbaka sebagai pilot project nagari penggerak wakaf di Sumatera Barat pada 17 April 2021 dalam acara Tabligh Akbar Virtual DPP IWS dengan Ustadz Abdul Shomad sebagai nara sumbernya (AZ).

    ads
    BAGIKAN

    LEAVE A REPLY