Gempa Mentawai, Sirine Peringatan Tsunami di Agam Korsleting Hingga 3 Jam

29
Metro Padang – Sirine peringatan tsunami di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam korsleting saat terjadinya gempa Sumbar yang berpusat di Kepulauan Mentawai, Rabu 5 Mei 2021 sekitar pukul 08.24 WIB.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanjung Mutiara, Weri Ikhwan mengatakan, karena korsleting, sirine berbunyi dan membuat pelajar di SMA 1 Tanjung Mutiara panik.
“Sirine ini letaknya di SMA 1. Jadi saat gempa, sirene bunyi, bunyinya itu beda. Setelah diselidiki ternyata ada kerusakan,” kata Weri Ikhwan.
Akibat sirine berbunyi, puluhan pelajar yang sedang memnfaatkan wifi sekolah untuk belajar daring, berhamburan menyelamatkan diri.
“Jadi anak-anak ini panik. Banyak yang pulang. Masyarkat pun heran dan banyak yang nelpon saya,” ujarnya.
Bunyi sirine bisa dimatikan setelah tim dari BPBD Agam turun ke lokasi.
“Sampai pukul 10.30 WIB masih bunyi. Setelah ada kabel yang dipotong, sirine baru mati. Mungkin korsleting karena tadi malam juga terjadi badai,” pungkasnya.
Gempa mengguncang Sumbar sekitar pukul 08.24 WIB, Rabu 5 Mei 2021. Guncangan gempa ini dirasakan oleh sebagian besar warga di sejumlah daerah di Sumbar .
Dari analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa ini berkekuatan M=5,8 yang terjadi di 3 kilometer tenggara Tuapejat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar.
Gempa tersebut terjadi di lokasi 2.04 LS,99.62 BT dengan kedalaman 29 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. (mp)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY