MetroPadang.com-Gempa berkekuatan besar mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia. Gempa itu rata-rata berkekuatan 5 magnitudo lebih Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) pada pukul 05.54. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Pusat gempa terletak sejauh 53 Km arah Barat Laut Jepara, Jateng.
Namun, BNPB Jepara mencatat tak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
“Sampai pukul 11.55 WIB, Jepara aman. Sampai sekarang belum ada laporan untuk kerusakan berat,” kata Kepala BPBD Jepara Kusmiyanto saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Gempa Jepara itu rupanya terasa hingga Purwokerto, Yogyakarta hingga Bali. Laporan dari Pusdalops BNPB menyatakan bahwa gempa juga dirasakan juga di Garut, Cianjur, dan Sukabumi,” kata Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo di Twitternya, @aw3126.
 Selain Jepara, Gempa juga terjadi di Rangkasbitung, Banten. Gempa itu berkekuatan 5,4 Magnitudo. Getarannya bahkan sampai ke Jakarta. Sejumlah gedung perkantoran ikut bergoyang karena gempa.
Kesaksian seorang pekerja kantoran di kawasan TB Simatupang, Jaksel, juga membenarkan soal getaran gempa itu. “Gue lagi di lantai 23, kerasa banget goyangannya gempa,” kata Andri yang bekerja di bagian IT ini, Selasa (7/7).
Husni yang bekerja di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, juga merasakan getaran. Husni saat itu sedang berada di lantai 4 kantornya, di depan komputer meja kerjanya.
“Kerasa goyang, terus cari-cari info katanya gempa di Banten,” ujar pekerja di perusahaan bidang jasa ini.
Menurut penjelasan BMKG, pusat gempa berada di 18 km barat daya Rangkasbitung, Banten, pukul 11.44 WIB. Getarannya terasa hingga di Sukabumi, Jakarta, Depok, dan Bandung dalam skala II-III MMI.
Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara Skala III MMI menunjukkan getaran dirasakan nyata dalam rumah.  “Kedalamannya 82 km,” kata Humas BMKG Taufan Maulana.
Setelah Jepara dan Rangkasbitung, giliran Pangandaran, Jawa Barat yang diguncang gempa. Gempa berkekuatan 5 magnitudo terjadi sekitar pukul 12.17 WIB hanya berselang sekitar 30 menit dari gempa di Rangkasbitung, Banten, yang terasa hingga Jakarta.
“Kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami,” cuit BMKG, Senin (7/7).
Rupanya Gempa tak berhenti, kali ini Bengkulu juga digoyang gempa dengan kekuatan 5,2 Magnitudo. Gempa tercatat pada pukul 13.16 WIB. Pusat gempa berada di 250 km tenggara Enggano, Bengkulu. Kekuatannya 5,2 magnitudo.
“Tidak berpotensi tsunami,” kata BMKG, Selasa (7/7).
Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan rentetan gempa yang mengguncang wilayah Jawa hingga Sumatera pada Selasa (7/7). BMKG memastikan gempa itu tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menerangkan rentetan gempa tersebut memiliki sumber, kedalaman, serta mekanisme yang berbeda.
“Gempa yang terjadi secara beruntun pada hari ini tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya. Itu (gempa) berada pada sumber, kedalaman, dan juga mekanisme yang berbeda. Jika terjadi di tempat dan pada waktu yang relatif berdekatan, maka hanya kebetulan saja,” ujar Rahmat Triyono, Selasa (7/7).
Kemungkinan apakah rentetan gempa itu merupakan pertanda akan terjadinya gempa yang lebih besar, Rahmat mengaku hal itu sulit untuk diprediksi.
“Hal ini sulit diprediksi. akan tetapi, dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita waspadai. Setiap gempa besar hampir dipastikan didahului dengan rentetan gempa pembuka. Tapi, rentetan gempa yang terjadi juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar,” tandas Rahmat. (MP)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY