MetroPadang.com – Pemerintah Rusia menjatuhkan denda kepada lima platform media sosial gara-gara mendukung aksi protes melawan rezim Putin. Aksi tersebut dibuat dalam bentuk potingan di platform mereka yang mana mengajak orang-orang untuk berdemonstrasi.
Dilansir Interfax, Selasa (9/3/2021), hukuman itu dijatuhkan oleh Pengadilan Moskow. Twitter, Google, Facebook masing-masing menghadapi pelanggaran dengan hukuman denda hingga 4 juta Rubel Rusia, atau setara dengan Rp2,2 miliar.
Selain ketiga perusahaan itu, hukuman yang sama juga dijatuhkan kepada TikTok dan Telegram. Demikian isi laporan Interfax mengutip putusan pengadilan.
Kasus ini dimulai ketika protes menjalar ke seluruh negeri setelah pemerintah membui Alexei Navalny, pengritik keras Presiden Vladimir Putin. Navalny bersama para pendukungnya dijatuhi hukuman pejara selama 30 bulan.
Hukuman itu diberikan untuk dugaan pelanggaran pembebasan bersyarat terkait kasus penggelapan, yang dibuat-buat karena alasan politik, sesuatu yang dibantah oleh pihak berwenang.
Sejaub ini Google menolak untuk memberikan komentar. Sedangkan Facebook, Twitter, TikTok dan Telegram belum memberikan tanggapan apapun. (mp)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY