Di Padang Hadir Pos Pengaduan Sekolah Perempuan

    913
    Anggota Pos Sekolah Pengaduan Perempuan kota Padang

    Metro Padang.com – Padang , Pemerintah Kota Padang mengapresiasi dan menyambut baik keberadaan Pos Pengaduan Sekolah Perempuan gabungan 3 kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan sebagai pusat pelayanan perempuan untuk konsultasi tentang isu-isu perempuan di tingkat kelurahan. Diantaranya yaitu, berkaitan dengan prinsip-prinsip keseteraan gender, membangun kesadaran kritis perempuan dan peningkatan ketahanan keluarga.

    Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik keberadaan pos pengaduan sekolah perempuan yang merupakan satu-satunya ada di Sumbar. Semoga upaya ini menjadi pembuka jalan untuk melakukan gerakan bersama membawa manfaat bagi kemanusiaan, mewujudkan keadilan bagi semua tak terkecuali perempuan dan kelompok marginal terutama perempuan miskin yang tinggal di pinggiran kelurahan. Selanjutnya agar terus bergerak dan berubah ke arah kesetaraan, keadilan, kesejahteraan serta kehidupan yang rukun dan damai.

    Demikian kata Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Azwin sewaktu mewakili Wali Kota Padang saat melaunching secara resmi 3 Pos Pengaduan Sekolah Perempuan tersebut di Sekretariat Jaringan Sekolah Perempuan Barita, jl. Batu Gadang RT 3 RW I Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu (24/4). 3 Pos Pengaduan Sekolah Perempuan Kelurahan itu digagas oleh lembaga Pambangkik Batang Tarandam (PBT) bekerjasama dengan Institut Kapal Perempuan. Sementara di tingkat kecamatan PBT juga membentuk kelompok jaringan sekolah perempuan yang diberi nama BARITA sebagai sentral informasi untuk perempuan di 3 kelurahan yakni Batu Gadang, Baringin dan Tarantang.

    Azwin melanjutkan, ia pun memuji langkah tepat PBT dengan menginisiasi berdirinya pos pengaduan sekolah perempuan yang sejalan dengan tugas pokok Pemko Padang. Sebagaimana diketahui PBT berdiri pada 28 Juli 2010 ini dengan didirikan beberapa orang pemuka masyarakat yang peduli terhadap persoalan-persoalan perempuan.

    “Maka itu, PBT tidak bisa berjalan sendiri. Namun membutuhkan dukungan pemerintah kota baik di kecamatan dan kelurahan. Termasuk dukungan RW/RT dan LMP serta seluruh elemen dan tokoh masyarakat. Alhamdulillah dalam sekolah perempuan sudah terdapat 25 kelompok belajar perempuan di tingkat RW/RT yang tergabung di sekolah perempuan tingkat kelurahan. Jumlah anggotanya keanggotaan seluruhnya sudah mencapai sebanyak 412 orang.”

    “Kita lihat keberhasilan anggota sekolah perempuan dan tim pemantau komunitas sejauh ini ada beberapa diantaranya. Seperti mendampingi masyarakat terutama perempuan miskin dalam pengurusan JKN PBI secara mudah dan gratis. Selanjutnya melakukan perjuangan untuk akses jalan, listeik, layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga di RT 6 RW 6 tiap bulan di Kelurahan Batu Gadang,” tambahnya.

    Selanjutnya ungkap Azwin, keberhasilan lainnya seperti diketahui yaitu memperjuangkan akses jalan bagi masyarakat di RW 1 Kelurahan Batu Gadang, mengembangkan usaha kreatif perempuan melalui usaha industri rumah tangga, koperasi simpan pinjam dan pembibitan tanaman sayuran dan buah sebagai upaya mengatasi kerentanan pangan serta pengeluaran keluarga.

    “Terlebih mengembangkan layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban KDRT serta mengusulkan MCK dan ari bersih di Kelurahan Tarantang dan Baringin melalui Musrenbang,” tukuknya.(David)

    BAGIKAN

    LEAVE A REPLY