Metro Padang – Dalam rangka pembinaan dan identifikasi IKM Kota Payakumbuh, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Harneli Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat Nazwir berkunjung ke Kota Randang, Jum’at (10/9).
Kedatangan dua tokoh Pemprov Sumbar yang membawa perancang busana dan disainer terkenal Ade Irma itu disambut oleh Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi diwakili Elfriza Zaharman selaku Wakil Ketua II didampingi Ketua Harian Yunida Fatwa di Aula Pertemuan Disnakerin Payakumbuh.
Elfriza Zaharman alias Cece dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Harneli Mahyeldi bersama rombongan di Kota Randang. Kemudian memaparkan laporan tentang progres Dekranasda Kota Payakumbuh dalam menggerakkan IKM di masa Pandemi
“Kota Payakumbuh memiliki 1.902 IKM yang terdata, 365 IKM adalah IKM sandang dan kerajinan, serta 30 orang tergabung dalam kelompok Sentra Tenun Balai Panjang dan tersebar di 5 Kecamatan se Kota Payakumbuh. Adapun kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Dekranasda Kota Payakumbuh selama pandemi ini adalah memberikan pelatihan keterampilan serta pembinaan kepada IKM pemula dan IKM yang lama,” papar Cece.
Cece juga menambahkan, dari laporan yang diterima Dekranasda, selama pandemi ini IKM kerajinan masih terus beraktifitas, namun karena situasi saat ini tentu ada berdampak pada bidang pemasarannya. Juga beberapa waktu yang lalu Dekranasda Kota Payakumbuh bersama dengan IKM Kota Payakumbuh mengikuti iven nasional yang menampilkan hasil kerajinan dan rajutan
“Saat ini Payakumbuh juga tergabung dalam Dekranasda Provinsi Sumatera Barat menampilkan hasil kerajinan rajutan yang di selenggarakan oleh Provinsi Bali,” Tambah Cece.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Harneli Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Payakumbuh yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini. Dirinya melihat Kota Payakumbuh memiliki komitmen dan menjaga konsisten memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para IKM.
“Saat ini yang harus dimiliki oleh pengrajin adalah ciri khas daerah masing-masing atau tampilan yang akan membedakan hasil kerajinan dari tiap daerah,” ujarnya.
Lain lagi dengan Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat Nazwir, dalam kesempatan ini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Payakumbuh yang telah mengeluarkan regulasi untuk mewajibkan aparatur sipil negara memakai hasil tenunan daerah sendiri yakni Tenun Balai Panjang pada hari kerja, Kamis.
“Untuk memperkuat regulasi tersebut, para IKM harus bisa mempertahankan ciri dan khas yang membuat produk mereka tampil beda,” ungkapnya.
Menurut Latifah Maya Sari dari Payocraft mewakili para pelaku IKM, menyampaikan harapannya dimana saat ini pengrajin rajutan masih berproduksi seperti biasa, namun saat ini masih terkendala dengan pengembangan usaha dan pemasaran hasil kerajinan.
“Kami berharap Kepada Dekranasda Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat untuk dapat mengikut sertakan IKM Kota Payakumbuh dalam ajang bisnis Nasional dan dalam waktu dekat ini ada acara temu bisnis di Pekan Baru,” tutup Maya. (mp)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY