Metro Padang – Brebes – Di mata Sugeng Raharjo (52), Kepala Sekolah MTSN 03 Brebes, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (batik biru), pembangunan jalan di desa tetangganya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, yaitu sepanjang 2,2 kilometer 4-6 meter, dari Dusun Karanganyar tembus ke Dusun Kedung Kandri yang dulunya dusun terisolir di desanya itu, jelas akan segera membawa dampak yang luar biasa bagi kemajuan dunia pendidikan di sana.
Warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu ini, menyatakan ikut senang karena beberapa anak didiknya asal Dusun Kedung Kandri, kini mempunyai akses jalan ke desanya Kalinusu, sehingga kedepan akan lebih semangat lagi bersekolah di wilayahnya sendiri.
Dijelaskannya, sebelum jalan dibangun, warga Kedung Kandri harus menyeberang sungai besar (Kali Pemali) dengan naik perahu jika hendak keluar dusunnya untuk mendapatkan segala fasilitas terdekat di wilayah kecamatan tetangganya tersebut, dengan ongkos penyeberangan Rp. 2 ribu memakai sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu jika memakai sepeda motor.
“Hal itu juga berlaku bagi anak didik kami yang berasal dari Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, yaitu mereka membayar ongkos penyeberangan seribu rupiah untuk bolak-balik. Sedangkan jika Kali Pemali banjir, maka mereka tidak bisa kemana-mana selama banjir berlangsung, sehingga selama itu juga mereka meliburkan diri dari sekolah,” bebernya kepada Sertu Sunaryo, Babinsa Koramil 12 Bantarkawung, yang sekaligus anggota tim jurnalistik TMMD Reguler 109 Brebes. Selasa (27/10/2020).
Dirinya juga mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Kalinusu, karena telah menganggarkan pembuatan jembatan gantung di tahun 2021, dengan harapan untuk menghapus ongkos rakit dan memudahkan menyebrangi sungai besar itu.
Sehingga kedua opsi yaitu jalan TMMD dan rencana jembatan gantung itu, akan membuat warga Kedung Kandri, khususnya anak-anak sekolah, lebih termotivasi untuk melanjutkan sekolah minimal lulus SLTA, dimana selama ini kebanyakan hanya lulus SD dan SLTP sederajat.
Menurutnya, dari kondisi sebelum adanya jalan TMMD itu, perekonomian warga Kedung Kandri juga jelas terpuruk, karena jika mereka terisolasi saat banjir, harga sembako di warung-warung kelontong akan melonjak karena stok terbatas, sedangkan mata pencaharian masyarakat hanya sebagai petani, buruh tani, dan peternak. Itu sangat berpengaruh terhadap dorongan pendidikan dari keluarga si anak.
Untuk itulah dirinya selaku pendidik generasi bangsa juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab, TNI, dan juga seluruh pihak yang telah mewujudkan harapan seluruh warga Dusun Kedung Kandri yang kini sudah merdeka dari keterisoliran puluhan tahun lamanya. (Aan)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY