Metro Padang,com – Rembang – Bapak Andri Setiawan (40) dan istri ( Sumuati ), Warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan, terbilang penjahit kawakan, Suara mesin jahitnya yang yg di mainkan oleh kakinya serasa enak di dengar telinga. Suara mesin jahit pak Andri selalu terdengar sampai larut malam, karena di siang hari, terkadang juga menjalankan usaha warungnya.

Koptu Agus Susanto Anggota Satgas TMMD Kodim 0720/ Rembang degan terburu bawa celana dan baju lorengnya yang sobek supaya di perbaiki oleh pak Andri, ternyata hasil jahitan sangat luar biasa tidak kalah sama yang di perkotaan. Tutur Agus.

Berbekal satu mesin jahit bekas dan mesin obras yang dia beli dari semarang Pak Andridan Istrinya memulai usaha jahit di kampung halamannya, karena mendengar kabar dari temannya sesama penjahit, para warga di kampungnya masih membutuhkan jasa penjahit.

“Jujur saja, dulu penduduk Ngotoko yang bisa menjahit pakaian sangat jarang saat itu. Sekarang sih sudah ada yang bisa, semoga dengan dibangunnya jalan antar dusun oleh TNI, kampung kami makin maju, tentu saja hal itu, akan berpengaruh pada usaha kami,” tegas Andri. (0720)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY