1,9 M Digunakan Pemkab Pasaman untuk Rehab Taman Wisata Equator Bonjol

5837

Metro Padang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman akan melakukan rehabilitasi Taman Wisata Equator Bonjol tahun 2019 dengan pagu dana Rp1,9 Miliar. Objek wisata ini terkenal dengan dilintasi oleh garis khatulistiwa (lintang 0°).

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pasaman, Ricky Riswandi mengungkapkan, tahun ini objek wisata Equator akan direhab dengan dana Rp1,9 M dari dana Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Kita bisa mempercantik dan membangun sejumlah fasilitas di Taman Equator Bonjol. Sebesar Rp1,9 Milyar dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenpar RI,” ujar Ricky Riswandi.

Menurut Ricky Riswandi, dengan anggaran tersebut akan dibangun sejumlah kawasan pertokoan diarea Taman Equator Bonjol hingga fasilitas umum.

“Ada beberapa toko yang diperuntukkan sebagai tempat masyarakat menjual berbagai hasil produk UMKM. Kemudian fasilitas umum termasuk toilet. Saat ini kita tengah melakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar segera bisa dilelang di LPSE Pasaman,” jelas Ricky.

Pembangunan Taman Equator Bonjol ini, sebenarnya sudah diajukan Pemkab Pasaman sejak Tahun 2017 lalu dengan total kebutuhan anggaran biaya sekitar Rp20 Milyar.

Jumlah kucuran dari Kemenpar RI itu belum seberapa dari total yang kita rencanakan. Kemudian pihak Pemprov Sumbar juga tidak bisa membantu anggaran tersebut” sebutnya.

Saat ini baru bisa dibangunkan untuk sebagian saja dari Master Plan sebelumnya. Namun nanti ia berharap dengan pembangunan ini bisa membangkitkan kembali nuansa daya tarik Taman Equator Bonjol kepada wisatawan.

Dalam Master Plan yang disusun oleh Disporapar Pasaman akan membangun tiga bola equator ukuran besar sebagai ikon garis khatulistiwa ditempat tersebut.

Kalau ini semua tuntas nanti bakal jadi kawasan wisata termewah untuk daerah khatulistiwa se Indonesia. Sebab tidak semua daerah di Indonesia dilewati garis Khatulistiwa. Apalagi nanti dipercantik dengan taman bunga, sejumlah tempat duduk wisatawan hingga kolam renang. Namun dengan kondisi anggaran yang terbatas ini, dilakukan pembangunan secara bertahap. (df)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY