Metro Padang – Agar peristiwa kebakaran sebagaimana terjadi di Bukit Taratak, Kampung Ujung Batu, Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapas, tidak terulang kembali di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), maka kepada masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok dan membakar sampah.
Ketergasan itu disampaikan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pessel, Dailipal, kepada pesisirselatan.go.id Jumat (30/7) di Painan.
Dia mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi di Bukit Taratak di Kampung Ujung Batu pada Kamis (29/7) sekitar pukul 14.00 WIB itu, akibatkan 10 hektare lahan masyarakat di kampung itu hangus.
“Sebab pada kejadian itu, kobaran api baru bisa dijinakkan sekitar delapan jam setelah kejadian. Sebab lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 30 meter dari pinggir jalan Nasional yang melintasi nagari itu, sulit dijangkau dengan mobil pemadam kebakaran (Damkar),” katanya.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung mengirim dua unit mobil Damkar dari Pos Damkar Kambang dan Pos Damkar Balai Selasa.
“Karena lokasi kebakaran berjarak sekitar 30 meter dari pinggir jalan Nasional yang melintasi lokasi kebakaran itu, sehingga sulit untuk dijangkau. Upaya pemadaman ini juga dibantu oleh warga dan dari jajaran Polres Pessel,” ungkapnya.
Kobaran api yang melahap kawasan hutan dan sebagian kebun gambir milik warga dengan luas sekitar 10 hektare itu, baru bisa dijinakan Jumat (30/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
“Dari luas sekitar 10 hektare lahan yang terbakar ini, kita belum bisa menyimpulkan berapa luas lahan yang kosong dan berapa luas kebun gambir milik warga. Namun akibat kejadian ini kerugian yang dialami ditaksir sekitar Rp 20 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ucapnya.
Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, melalui Kapolsek Batang Kapas, Iptu Asma Derita, ketika dihubungi menjelaskan bahwa kobaran api terlihat terus membesar di atas Bukit Taratak tersebut sejak pukul 14.00 WIB pada hari Kamis (29/7) itu.
“Jarak sumber api terdekat dari jalan Nasional di pinggir bukit yang memiliki lahan perkebunan gambir, serta juga lahan kosong itu lebih kurang 30 meter. Sehingga sulit bisa terjangkau oleh mobil Damkar,” katanya.
Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo langsung turun ke lokasi kebakaran dan didampingi Kasat Intelkam AKP Don Rinaldi, Kasat Reskrim AKP Hendra Yose, Kasat Sabhara Iptu Nofrianda, KBO Lantas Iptu Elfison.
Kapolres menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan yang dapat menyebabkan kebakaran lahan yang lebih besar.
“Kita masih melakukan investigasi dari kebakaran kebun gambir dan lahan kosong ini,” ujar Kapolres Pessel. (mp)
ads
BAGIKAN

LEAVE A REPLY