Yanti Elvita” Makna GENERASI MILENIAL dan GENERASI Z”

236

Metro Padang.com – Ruang dan waktu, mana bisa dipisahkan. Tiap ruang ada waktu. Tiap waktu ada ruang. Kalaupun waktu membatu, ruang tak akan pernah membeku. Tak ada ruang yang benar-benar hampa, setidaknya ada waktu di sana. Biasanya, waktu membentuk ruang.

Setiap orang ada masanya. Keberuntungan kehidupan adalah ketika kita berada pada ruang dan waktu yang tepat. Bukan pada ruang dan waktu yang keliru. Untuk itulah, kita harus senantiasa ‘menyiasasti’ dan ‘memahami’ tiap ruang dan waktu.

ini saat, saya ingin bicara dan menulis soal generasi ke generasi dalam berbagai teori para sosiolog.

Sosiolog Mannheim dalam esai “The Problem of Generation,” mengenalkan teorinya tentang generasi. Katanya, manusia-manusia di dunia ini akan saling memengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama.

Para sosiolog dunia sepakat membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.

Kerap kita mengenal istilah generasi milenial atau Generasi Y. Apa itu? Generasi Y adalah mereka yang lahir awal 1980 hingga awal 2000. Generasi X adalah mereka yang lahir tahun 1965 – 1979 dan Generasi Baby Boomer mereka yang lahir tahun 1946 – 1964.

Siapa pencetus penamaan Milenial? Adalah Penulis William Strauss dan Neil Howe .Mereka yang mencetuskan istilah tersebut. Istilah milenial mereka ciptakan pada tahun 1987. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.

Apa makna  Generasi Y ?

Generasi Y dipopulerkan  majalah Advertising Age melalui artikel utamanya pada Agustus 1993. Milenial kerap juga disebut Echo Boomers. Karena, mereka adalah keturunan dari generasi Baby Boomer.

Generasi Y atau Milenial atau kita singkat dengan Gen Y adalah generasi yang tumbuh di tengah kesemarakan dan hiruk pikuk teknologi wireless. Para sosiolog menganalisis, Gen Y tidak takut perubahan, tapi cendrung sering kali tak sabar melalui proses menuju perubahan itu. Gen Y sangat akrab dengan internet dan sangat aktif dalam media jejaring sosial. Gen Y sangat techno-minded. “Sahabatnya” adalah gadget dalam ruang Whatsapp, Skype, Twitter, Facebook).

Lalu bagaimana pula dengan Generasi Z. Apa pula itu?

Nah, pada 2012, seorang wartawan Bruce Horovitz mengenalkan Generasi Z. Tapi ia tidak menyebutkan rentang umur yang digunakan untuk Generasi Z. Istilah Generasi Z mulai sering dipakai usai presentasi dari agen pemasaran Sparks and Honey viral pada 2014. Di sana, rentang umur yang dipakai mendeskripsikan Generasi Z adalah anak-anak yang lahir 1995 hingga 2014.

Generasi Z adalah Generasi yang sejak lahir sudah masuk di zaman serba teknologi internet. Internet hadir di Indonesia pada 1990. Empat tahun kemudian, baru Indonet hadir sebagai Penyelenggara Jasa Internet komersial perdana di negeri ini. Bila Generasi Z pertama adalah mereka yang lahir pada 1995, artinya orang yang paling tua dari Generasi Z Indonesia sudah berumur 24 tahun. Generasi Z adalah generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi. Menurut Hellen Katherina dari Nielsen Indonesia, Generasi Z adalah masa depan.

Menurut survei Nielsen, dari segi ekonomi , Generasi Z sudah memengaruhi perputaran ekonomi dunia sebagai 62 persen konsumen pembeli produk elektronik. Ini dipengaruhi oleh kehidupan mereka yang sudah serba terkoneksi dengan internet. “Generasi Z adalah generasi paling berpengaruh, unik, dan beragam dari yang pernah ada,” kata Blakley ketika wawancara dengan Forbes.

Sementara itu Ahli demografi William Straus and Neil Howe mendefinisikan Milenial adalah yang lahir antara tahun 1982–2004. Howe menjelaskan garis pemisah Milenial dengan Generasi Z bersifat “sementara” dengan kalimat “Anda tidak dapat secara tegas menentukan garis pemisah kelompok hingga generasi itu mencapai umur yang cukup dewasa.” Howe mendefiniskan Milineal di mulai dari kelahiran tahun 1982 hingga antara tahun 2000 – 2006.

Lain lagi pendapat Elwood Carlson di dalam bukunya The Lucky Few: Between the Greatest Generation and the Baby Boom yang terbit pada tahun 2008. Ia mendefinisikan Milenial lahir di antara tahun 1983–2001 berdasarkan lonjakan kelahiran setelah tahun 1983. Pada tahun 2016, lembaga U.S Pirg mendefinisikan Milenial sebagai orang yang lahir antara tahun 1983 and 2000.

Alhamdulillah, relawan dan tim pemenangan serta ujung tombak Yanti adalah dua generasi; Generasi Y dan Generasi Z. Mereka penuh semangat. Mereka kreatif. Lincah. Dan pantang lelah dalam tiap gerak sosialisasi untuk Yanti Elvita, nomor urut 3, Dapil Padang 3 untuk DPRD Kota Padang. Partainya, partai Golkar nomor 4 !.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY