Metro Padang.com-Payakumbuh-Walikota Payakumbuh Riza Falepi pada Rabu (16/10’2019)( malam sambut kedatangan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar didampingi 19 Kepala kankemenag kab / kota se Sumbar di rumah dinas.

Bersama jajaran Kemenag se Sumatera Barat, Walikota Payakumbuh aktif dan melibatkan diri dalam “Ngopi” (Ngobrol Pendidikan Islam) yang diangkatkan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat bersama Kantor Kemenag Kota Payakumbuh di Balairuang Rumah Dinas Walikota Payakumbuh.

Hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi diwakili Kabid Pakis, H. Akmal Dt. Rajo Lelo, Kasi Pontren Yosef Khairul, S.Ag, Plt. Kakan Kemenag Drs. Jufrimal dan kepala Kankemenag Kota / Kab se Provinsi Sumatera Barat. Turut hadir pimpinan pondok pesantren se Kota Payakumbuh dan sekitarnya.

Sebagaimana diterangkan Walikota Riza Falepi, Kamis (17/10/2019) melalui akun pribadinya.

“Kita bicara tentang pengelolaan atau manajemen pendidikan islam yang lebih banyak dinisbtkan kepada pondok pesatren. Hal ini menjadi menarik setelah disahkannya UU tentang pondok pesantren baru-baru ini,” tulis Riza, menggambarkan.

Dalam pandangan Riza Falepi, pontren merupakan basis pendidikan Islam yang paling utama. Tantangan pontren hari ini adalah mencetak generasi unggul yang akan menjadi pemimpin dibanyak sektor pendidikan. Santri tidak harus menjadi ulama/ustadz semata, tapi banyak ruang yang harus diisi oleh lulusan pontren.

“Untuk skala Payakumbuh, alhamdulillah kita terus bersinergi dengan para pimpinan pondok pesantren melalui sejumlah program, sehingga dalam berbagai pentas perlombaan tingkat provinsi bahkan nasional, para siswa pontren Payakumbuh bisa menjadi pemuncak,” terang Riza, lagi.

Alhamdulillah terakhir, dalam perlombaan Pentas PAI tingkat nasional di Makassar, anak-anak pesantren asal Payakumbuh berhasil dan ikut mengharumkan nama Sumatera Barat dengan merebut dua medali emas dan berperan besar menjadikan Provinsi Sumatera Barat berada pada posisi juara umum 2,”papar Riza.

Dari “Ngopi” semua hadirin berdoa kiranya muslim di Indonesia diberi kekuatan untuk terus membangun, membina dan mengembangkan pendidikan agama kita khususnya di pondok pesantren. (Reales)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY