Wabup Pasaman Atos Pratama Buka MTQ Kecamatan Bonjol ke 46

288

Metro Padang.com – Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama menuturkan MTQ dapat nantinya menumbuhkan motivasi bagi masyarakat agar memiliki minat baca dan terus mempelajari, memahami dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi, kata Atos, di era globalisasi dimana perkembangan ilmu, teknologi dan komunikasi yang sangat pesat dan luar biasa ini selain memiliki dampak positif, ternyata juga dapat berdampak luas terhadap perilaku dan budaya masyarakat dan akhirnya turut merusak moral dan mental generasi muda.

“Dengan adanya kegiatan MTQ ini, diharapkan dapat nantinya menghindari hal-hal yang dapat merusak moral anak serta cucu kemenakan kita,” ujar Wabup Pasaman, Atos Pratama saat membuka secara resmi Musaboqah Tilawatil Qur’an ( MTQ) ke 46 tingkat Kecamatan Bonjol yang di pusatkan di lokasi halaman SMA N I Bonjol. Minggu, 22 Juli 2018.

Hadir dalam acara itu unsur Forkopimda, Forkopimca Kecamatan Bonjol, Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Rahmat Setia, Syofian, dan unsur SOPD Kabupaten Pasaman.

Selain itu, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, kafilah. 6 bidang yang dilombakan yakni lomba tilawah,tartil, kutbah jum’at dan MFQ, dan Tahfidz Qur’an.

“MTQ yang kita laksanakan secara rutin setiap tahun ini, bukan hanya sekedar lomba dalam membaca dan seni Al Qur’an saja, tapi dapat melahirkan dan menciptakan qari dan qoriah terbaik. Sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pasaman.

“Dengan harapan, dari hasil pelatihan ini guru agama dapat menularkan ilmunya kepada anak didiknya. Sehingga anak-anak di sekolah SD, SMP di Pasaman dapat membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Minimal untuk anak tamat SD harus hafal satu juz, dan SMP hafal dua juz, ” jelasnya.

Sementara, Asisten II Setda Pasaman, M. N Susilo mengharapkan agar guru serius dalam menyampaikan program pendidikan, serta mampu membina anak didik mereka di sekolah.

Dengan keseriusan itu, para guru nantinya tentu akan mampu membina dan mendidik anak-anaknya di sekolah. Karena pembentukan karakter itu juga dimulai dari dini.

Peran guru agama sangat penting, mulia dan sangat strategis bagi kemajuan anak-anak didik di Pasaman.
” Kita berharap agar masyarakat Pasaman dapat menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaannya melalui pemberantasan buta aksara Al Quran” (red)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY