Untuk Percepatan Antipasi Penyebaran Covid 19, Bupati/Walikota Diharapkan Segera Pengambilan Sampel Swab Setiap ODP Di Daerahnya

506

Metro Padang.com  – Bupati /Walikota diharapkan pro aktif, jika perlu tegur dinas kesehatannya jika tidak melakukan apa-apa terhadap perkembangan penyebaran covid 19 di daerah masing-masing.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat terkait deteksi dini dalam upaya percepatan antisipasi penyebaran covid 19, pada Vidoe Confrence melalui aplikasi zoom di Kantor Gubernur, dengan 4 tim pakar dokter virus corona covid 19, Wakapolda, Wagub Sumbar, Sekdaprov dan Bupati Walikota se Sumatera Barat, Kamis (2/4/2020).

Gubernur Irwan Prayitno tegaskan, dalam percepatan antisipasi penyebaran covid 19, agar segera melakukan pengambilan sampel swab dari Orang Dalam Pantauan (ODP) di daerah masing-masing.

“Dinas kesesehatan atau Tim Penanganan Covid19 masing-masing kab/ko mencari orang yang ODP agar secepatnya diambil sampel swabnya, untuk segera diperiksa di labor Unand. OPD berpeluang besar kemana-mana dalam menyebarkan virus corona kepada masyarakat lainnya, karena belum jelas positif atau negatif”, ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno katakan dalam waktu tiga hari sudah dapat melihat hasil labor. Ini tentu salah satu kekuatan besar kita dalam melakukan percepatan pencegahan penyebaran covid 19 di Sumbar.

“ Kita saat ini memiliki kekuatan di labor Fakultas Kedokteran Unand, sebagai upaya percepatan antisipasi penyebaran covid 19 di Sumatera Barat. Kita kawatir ada Alien atau Carier pembawa virus ia mungkin memiliki imun akan tetapi bisa berpindah kepada orang lain terkena karena memiliki imun yang lemah”, kata Irwan.

Gubernur juga tegaskan telah mengirim VTM sebagai wadah sampel swab kepada semua rumah sakit rujukan, jika kurang bisa kita tambahkan segera. Jangan ODP dibiarkan begitu saja, isolasi 14 hari dirumah kadang kurang efektif karena secepat lakukan pemerikasa swabnya, jika perlu yang bersangkutan segera melaporkan ke rumah sakit daerah setempat.

“ Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secepatnya kita lakukan pemeriksaan swabnya agar lebih cepat kepastian positif atau negatif. Sehingga yang negatif bisa dirawat ditempat rumah sakit biasa dan yang positif dirawat di rumah khusus covid 19”, ujarnya.

Dr.dr. Andani Eka Putra, MSc, kepala labor Rumah Sakit Unand juga menyampaikan, covid 19 merupakan masalah besar bangsa kita saat ini.

“ Kita mesti bersatu padu melawan virus ini dengan melakukan pencegah dengan deteksi dini. Kita tidak ingin apa yang terjadi Italia dan Spanyol terjadi di Indonesia. Karena mereka lebih baik dari kita soal fasilitas penangan kesehatannya. Takutnya negara ini bisa Keos “, ujarnya.

Andani juga tambahkan, karena itu kesadaran diri, disiplin menjaga lingkungan dan pribadi dan keluarga melakukan antisipasi penyebaran covid 19, dengan berdiam diri dirumah, jauhi berkumpul dengan banyak orang. Tidak usah berpergian atau pulang kampung karena resiko terkenanya amat tinggi.

“ Dalam strategi antisipasi penyebaran covid 19, perlu dilakukan pada satu titik agar tidak tersebar. Karena itu satu rumah sakit khusus tangani covid 19 lebih baik dari pada dipencar-pencar dalam banyak rumah sakit. Jadi satu rumah sakit khusus dan saat ini sudah ada rumah sakit Padang Pariaman dan rumah sakit Rasidin di Kota Padang sedang dipersiapkan”, harapnya. (MP/Hms – Sumbar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY