Untuk Cega DBD Dinkes Pasaman ajak warga ikut pemberantas sarang nyamuk

39

Metro Padang.com – Selama 2017, kasus DBD di kabupaten itu mencapai 68 kasus yang menyebar ditiga kecamatan, yaitu Lubuksikaping, Panti dan Mapattunggul. Namun, pada 2018, kasus DBD baru mencapai 36 kasus yang penyebaran di delapan kecamatan, kataKepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Arma Putra, di Lubuk Sikaping, Kamis.

Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pasaman, mengimbau warga turut aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk menekan angka demam berdarah dengue (DBD).

Arma Putra mengatakan, tahun ini kasus DBD diwilayah itu mengalami penurunan, dibanding tahun sebelumnya tetapi wilayah penyebarannya bertambah.

“Untuk 2017, kasus DBD mencapai 68 kasus. Tersebar di Lubuksikaping, 44 kasus, Sundatar 11 kasus. Disusul, Pegang Baru di Panti, 9 kasus dan Pintu Padang di Mapattunggul sebanyak 4 kasus,” katanya

Sementara pada 2018, kasus DBD menyasar delapan puskesmas di delapan kecamatan. Tertinggi Pegang Baru, 9 kasus, Lubuksikaping 7 kasus, Sundatar 6 kasus, Rao 5 kasus, Lansekkadok dan Bonjol 3 kasus, Tapus 2 kasus dan Cubadak 1 kasus.

Langkah promotif dan preventif sudah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan secara rutin melalui penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan kader jumantik, abatisasi, dan pemeriksaan jentik berkala.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga sudah membuat program satu rumah satu jumantik, pembentukan tim pokjanal DBD tingkat kabupaten, melaksanakan PSN plus 3 M, penyelidikan epidemiologi ketika ditemukan kasus DBD, fogging fokus.

“Kita mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkesinambungan. PSN, adalah pemberantasan jentik dan nyamuk Aedes aegepty paling efektif dan efisien. Yang paling penting PSN,” ujar Arma.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY