Tingginya Angka Perceraian Di Sumatera Barat

4734

Oleh: TISNA, S.Pd

Metro Padang.com –  Setiap manusia pasti mendambahkan hidup untuk bahagiah,  namun tidak semua keinginan tersebut tidak selalu tercapai. Suatu Keluarga  sangat berkeinginan sekali rumah tangganya dijalani penuh kasih sayang dan keharmonisan, namun mengapa keinginan selalu pupus  dan    tidak tercapai, terutama saat ini di Sumatera Barat, semakin hari semakin meningkat angka perceraian, mengapa ini sampai terjadi ?

Meningkatnya  angka perceraian  dikalangan masyarakat  bukan disebabkan satu penyebab saja, hal ini perna diungkapkan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat H.Husni Rizal, SH  bukan disebabkan keadaan ekonomi yang merosot, namun  akibat santernya  perselingkuhan dan banyak hal lain sebagai pemicunya .

Dari hasil penelusuran Metro Padang.com Terjadinya perceraian dikalangan Masyarakat pada umumnya pada masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas bukan ekonomi  menengah kebawah, jadi dengan kata lain  masyarakat berduit tidak selalu hidup dengan ketenangan dan penuh dengan kebahagian. Namun secara umum perceraian itu terjadi karena tidak adanya kesabaran antara suami istri  dan tidak terjalinnya komunikasi yang baik serta tidak adanya saling keterbukaan dalam  hidup berumah tangga.

Mengapa saat ini yang melakukan perceraian tersebut banyak terjadi dikalangan tingkat ekonomi menengah ke atas? wanita di Sumatera Barat tidak hanya lagi menghandalkan penghasilan dari Suaminya namun sudah banyak yang mempunyai penghasilan sendiri, sehingga apabila terjadi selisih paham atau cekcok dalam rumahtangganya maka pihak istri tidak ragu ragu untuk mengambil keputusan untuk melakukan perceraian, karena mampu memikul beban keluarga (anak – anak)  setelah bercerai dikemudian hari.

Disisi lain  perceraian terjadi disebabkan para suami tidak memahami bagaimana perannya sebagai suami dan kadang kala suami berkeberatan memberi nafka pada keluarga, sehingga inilah pemicu terjadinya cekcok dan pada akhirnya berujung pada perpisahan.

Namun perceraiaan itu terjadi tidak tertutup kemungkinan pemicunya dari seorang istri yang kurang menyadari bagaimana perannya sebagai ibu dari anak anak dan istri dari sangsuaminya, pada saat ini sang istri banyak terlena oleh perkembangan teknologi, sehingga lupa akan perannya sebagai wanita.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat, Ratnawilis salah satu untuk mengatasi tidak  terjadinya perceraian saat ini, para wanita harus mandiri . Untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rumahtangga peran Wanita juga sangat diperlukan.

Menurut Kajian Metro Padang.com wanita  harus mampu membantu meringankan beban hidup keluarga, maksudnya  bukan  harus bekerja dari pagi sampai sore di luar rumah namun hal apa saja yang dapat meringankan persoalan rumahtangga harus dapat dilakukan walaupun pekerjaan tersebut tidak bisa dinilai dengan uang namun mempunyai arti dan makna yang penting dalam keluarga . Karena sampai saat ini masih banyak wanita yang tidak memiliki kemampuan dalam mengatasi persoala hidup sehari-hari. (tisna)

Metro Padang.com

BAGIKAN

LEAVE A REPLY