SMAN 1 Siberut Tengah fleksibel Menetapkan Peraturan dalam Penerimaan Siswa Baru

1022

Metro Padang.com – Panitia PPDB SMAN 1 Siberut Tengah, Syafrizal Sanenek mengatakan, dari sisi kapasitas lokal, jumlah siswa yang diterima maksimal 105 siswa pada tahun ini. namun peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah mengatur kriteria siswa baru yang diterima termasuk jumlah murid namun SMAN 1 Siberut Tengah, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai menerapkan aturan itu lebih fleksibel. Di SMAN 1 Siberut Tengah tidak ditetapkan pembatasan jumlah siswa baru yang akan diterima meski daya tampung sekolah telah lebih.

“Karena lokal tersedia 3 ruangan dan mebeler tidak cukup, tapi kalau nanti lebih dari itu kita mau apa, tentu kita terima saja dulu ungkap Syafrizal  (20/6)

Penerimaan siswa baru telah dibuka pada 17 Juni dan berakhir 22 Juni. Pendaftaran tersebut dibuka pada pukul 08.00-12.00 WIB dengan persyaratan Kartu Keluarga, Akta Lahir, fotokopi Ijazah SD, SMP, SKHU, Fotokopi Kartu KIP, Pasfoto 3X4, mengisi surat pernyataan serta mengisi formulir pendaftaran.

Memasuki hari keempat PPDB, siswa yang telah mendaftar sudah mencapai 81 siswa yang berasal dari SMPN 1 dan SMPN 2 Siberut Tengah, SMP Siberut Utara di Sirilogui dan dari Simalikbek Desa Simatalu.

Syafrizal mengatakan, siswa yang berasal dari Simalikbek Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat diprioritaskan, “kalau lewat jadwal penerimaan, kita tetap terima sebelum masuk sekolah, terutama dari Simatalu yang sangat jauh dari ke sini,” ucapnya.

Terkait aturan pembatasan usia maksimal siswa yakni 21 tahun yang dapat diterima di SMA seperti yang tercantum pada Pasal 9 Ayat 1 Butir a Permendikbud No.51/2018, Syafrizal mengatakan sekolah tetap menerima siswa tersebut.

“Kalau kita tidak terima usia 21 tahun ke atas sama saja tidak memberikan ruang peserta didik untuk lanjutkan pendidikannya, padahal pendidikan itu memanusiakan manusia, tapi sampai kini belum ada usia melebihi itu, yang ada hanya usia 17-18 tahun,” ujar Syafrizal.

Pendaftaran siswa baru di SMAN 1 Siberut Tengah tidak dipungut biaya, siswa hanya dipersyaratkan untuk disiplin yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Armud Sakatsilak (44), orang tua siswa yang mendampingi anaknya Musral Sakatsilak(17) mendaftar membenarkan tidak ada pungutan biaya saat mendaftar. “Tidak ada beban anak kita maupun ke orangtua, semua gratis tanpa biaya,” ujarnya.

Meski sekolah gratis, kata Armud namun uang yang dikeluarkan untuk membeli biaya kebutuhan sekolah anak cukup besar seperti sepatu, seraga, dan lainnya.

“Saya saja biaya kebutuhan sekolah anak sekitar Rp800 ribu, itupun belum masuk bukunya, untung saja kemarin musim panen buah cengkeh yang bantu kita sebagai orang tua,” ucapnya

Di SMKN 2 Kepulauan Mentawai, Kecamatan Siberut Selatan, juga telah membuka pendafataran siswa baru sejak 8 Mei. Sekolah ini menerima tamatan Paket B yang dibuktikan dengan surat tanda tamat belajar dan membatasi usia pendaftar maksimal 21 tahun.

Kepala SMKN 2 Kepulauan Mentawai, Amati telambanua mengatakan, telah 12 orang siswa yang mendaftar. SMKN 2 Siberut Selatan siswa yang diterima dibatasi maksimal berusia 21 tahun, lewat dari itu tidak. Batas maksimal yang diterima di sekolah ini sebanyak 120 siswa.

“Jika ada anak-anak yang sudah tamat Paket B juga sekolah menerima asalkan belum lewat umur 21 tahun karena kita mengikuti aturan kementerian,” kata Amati.

Amati menyebutkan, siswa yang berasal dari daerah yang jauh disediakan asrama dengan daya tampung maksimal 18 orang putri dan 20 orang putra. “Tidak ada pembayaran iuran kos kecuali membayar lampu,” ujarnya.

Torisanna, salah seorang siswa yang mendaftar mengatakan, dirinya datang mendaftar di SMKN 2 Mentawai didampingi keluarga.

“Saya berasal dari siswa SMPN 2 Siberut Selatan di Desa Madobag awalnya saya rencana masuk di SMA, namun karena saya mendengar di SMK tahun besok tidak ada lagi magang di Padang dan tidak lagi mengeluarkan biaya makanya saya mendaftar di SMK saja, “kata torisanna kepada Mentawaikita.com, Senin (17/6/2019

BAGIKAN

LEAVE A REPLY