Sekda Amriul Buka Forum Konsultasi Publik Kota Payakumbuh

364

Metro Padang.com – Payakumbuh , Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Bagian Organisasi Setdako Payakumbuh laksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) di tingkat Kecamatan se Kota Payakumbuh, yang dilaksanakan di Aula lantai 2 Kantor Balaikota Payakumbuh Ex. Lapangan Poliko, Jumat, (7/9/2018) pagi.

Acara Konsultasi Publik ini dibukan oleh Plt. Sekdako Payakumbuh Amriul dt. Kirayiang yang di hadiri oleh narasumber dari perwakilan Kementrian Menpan RB oleh Deputi Pelayanan Publik, Martina Nata Tinova Simanjuntak dan dari Ombusman RI perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, Kabag Organisasi, Yonrefli dan juga Camat Se Kota Payakumbuh serta 6 orang pemuka masyarakat dari setiap Kecamatan se Kota Payakumbuh.

Plt. Sekdako Payakumbuh Amriul dalam sambutannya menyampaikan, setiap Pemerintah Daerah Wajib melaksanakan FKP sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggara pelayanan publik dimana hasil dari penyelenggaraan FKP dituangkan dalam bentuk berita acara janji perbaikan layanan publik, “ucap Amriul.

Amriul juga menyampaikan, FKP ini adalah kegiatan berbentuk dialog, diskusi atau pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggara pelayanan publik dengan publik (masyarakat),
“diharapkan kepada kita semua, Jangan persoalan saja yang disampaikan dan diharapkan ada juga sarannya beserta solusinya sehingga didapatkan hasil yang lebih baik bagi masyarakat, “Inginnya Amriul.

Martina Nata Tinova Simanjuntak nara suber dari MenpanRB perwakilan Deputi Pelayanan Publik menyampaikan, FKP merupakan bentuk dukungan terciptanya reformasi birokrasi terhadap layanan publik,
“FKP merupakan implementasi dri Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan Permenpan RB nomor 16 tahun 2017 tentang pedoman pnyelenggaraan FKP dilingkungan unit penyelenggara pelayanan publik, “terang Martina.

Ditambahkan Martina, peningkatan kualitas pelayanan publik, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, namun perlu diimbangi dngan peningkatan etos kerja, kualitas dan kompetensi SDM aparatur serta adanya inovasi dalam pelayanan publik, “Kata Martina. (rel/tn)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY